Jarang ke Sekolah, Murid SD Mamasa Adukan Gurunya ke Jokowi

waktu baca 2 menit
Ilustrasi Gambar Anak SD

Berita Sulawesi Barat, gemasulawesi – Jarang ke sekolah, murid sekolah dasar (SD) di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, adukan gurunya ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) menuntut pendidikan yang layak.

Mereka mengadu kepada Jokowi karena guru-guru di sekolahnya jarang datang mengajar.

Para murid SD di mamasa membuat poster pengaduan yang menjadi viral. Foto yang diunggah menunjukkan dua siswa memegang papan yang menyatakan keluhannya kepada Presiden Jokowi.

“Pak Presiden Jokowi, kami jarang ke sekolah karena guru jarang datang ke sekolah,” demikian salah bunyi poster yang dibentangkan seorang siswa, seperti dikutip dalam salah satu media online.

Baca; Rehabilitasi Terumbu Karang Pulau Salebbo Sulawesi Selatan

Kami membutuhkan pendidikan yang layak Kami membutuhkan guru yang selalu datang ke sekolah bunyi poster yang dibentangkan siswa.

Postingan tersebut disertai dengan caption yang mengacu pada isu pendidikan di daerah itu.

“Mamasa masih sama seperti dulu, menarik untuk dibahas. Kekayaan alam yang melimpah, adat istiadat yang terjaga, juga berbagai skandal yang menumpuk, yang fundamental adalah skandal pendidikan,” tulis Achmad.

Dalam postingannya, Achmad juga menulis tentang masalah kesejahteraan guru honorer di sekolah yang hanya menerima Rp 300.000 per 3 bulan tetapi lebih banyak menerima tuntutan dari guru yang berstatus PNS.

Lebih lanjut ditegaskan, Achmad mengaku siswa dalam foto tersebut adalah siswa SD Negeri 010 Saluang, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa.

“Jadi yang terlihat adalah disoroti itu PNS nya yang jarang datang. Sejauh ini, tiga guru relawan aktif, bergantian mengisi proses (pembelajaran),” ucap Achmad Faizal saat dikonfirmasi wartawan.

Ia melanjutkan, kadang-kadang siswa tidak belajar karena kondisi seperti itu. Seringkali mereka tidak belajar karena misalnya hanya satu guru yang datang secara sukarela, bagaimana caranya dia dieksekusi itu semua proses belajar karena di sana yang sampai kelas enam.

Achmad mengaku telah melaporkan masalah ini kepada direktur SD Negeri 010 Saluang untuk menjadi perhatiannya. Dia juga telah menggelar aksi unjuk rasa untuk mendesak pemerintah daerah memperhatikan masalah pendidikan di daerah ini.

“Ketika saya pergi ke kepala sekolah, saya dan beberapa teman meminta bantuannya untuk mengatasi keadaan pendidikan. Selama lima bulan terakhir kami menggelar demo di Mamasa, terkait soal masalah pendidikan secara umum dan tidak ada tanda-tanda perbaikan,” ucapnya.

Achmad juga membantah tudingan bahwa foto-foto di unggahannya itu diambil saat para siswa sedang berlibur.

“Saya mengambil gambar ketika saya di sekolah pada Senin pagi, siswa ada di sana,” katanya. (*/Ikh)

Baca: Gelar Razia Waria, Dinsos Makassar Dilempari dan Diancam Busur

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.