Muhammadiyah Bantu Pemulihan Pasca Bencana Sigi

waktu baca 3 menit
Muhammadiyah Bantu Pemulihan Pasca Bencana Sigi (Foto: Illustrasi)

Berita sulawesi tengah, gemasulawesi– Muhammadiyah bantu pemulihan pasca bencana di Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Muhammadiyah melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) membantu pemulihan infrastruktur dan sarana kesehatan, setelah dua tahun wilayah itu terdampak bencana gempa dan likuefaksi pada 28 September 2018 silam di Kabupaten Sigi.

“Muhammadiyah bekerjasama dengan Direct Relief, melakukan kegiatan sosial membantu pemulihan di Sigi,” ucap Rektor Universitas Muhammadiyah Palu, Rajindra, di Palu, Rabu 14 Oktober 2020.

Rajindra penanggungjawab Program MDMC mengatakan, kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon), MDCM bertugas untuk mengkoordinasikan sumberdaya dalam tanggap darurat bencana, mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Selain itu, melalui MDCM juga membantu melakukan rehabilitasi sektor kesehatan dengan tujuan untuk meningkatkan kesehatan dan kehidupan orang-orang yang dampak.

Baca juga: Curah Hujan Tinggi, BPBD Minta Warga Sigi Sulteng Siaga Bencana

“Muhammadiyah juga turut serta membantu memobilisasi dan menyediakan sumber daya medis yang diperlukan untuk perawatan,” tuturnya.

Pustu yang mendapat bantuan rehabilitasi dan alat kesehatan diantaranya Pustu Desa Bobo, Pustu Desa Rogo, Pustu Kalawara dan Pustu Tanah Harapan.

Ia mengatakan, empat pustu ini mengalami kerusakan yang cukup parah saat gempa dan likuefaksi, 28 September 2018.

“Melalui kegiatan ini diharap dapat meningkatkan pelayanan kesehatan di wilayah Sigi,” tuturnya.

Baca juga: Miliki Sabu, Polisi Amankan Dua Warga Sigi Sulteng

Tiga Daerah di Sulteng Jadi Tujuan Pembangunan Huntap Dirjen PUPR

Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan melaksanakan pembangunan hunian tetap (Huntap) tahap 1B sebanyak 1005 unit untuk masyarakat terdampak bencana di Provinsi Sulawesi Tengah.

Lokasi pembangunan Huntap tahap 1B senilai Rp 110,07 miliar tersebut akan dilaksanakan di tiga lokasi yakni Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala.

“Kami akan kembali melanjutkan program pembangunan Huntap bagi masyarakat di Provinsi Sulawesi Tengah,” ujar Direktur Rumah Khusus Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Johny Fajar Sofyan Subrata.

Baca juga: Peduli Masamba, Muhammadiyah Sulteng Kirim Bantuan Dua Ton Beras

Pembangunan Huntap ini, ditandai dengan penandatanganan kontrak paket pembangunan Huntap pasca bencana Sulawesi Tengah beserta Prasarana Dasar Kavling unit tahap 1B tersebut dilaksanakan oleh Kepala Satuan Non Vertikal Tertentu (SNVT) Perumahan Provinsi Sulawesi Tengah dengan kontraktor PT Waskita Karya.

Menurut Johny, pembangunan Huntap sangat diperlukan guna membantu masyarakat di Provinsi Sulawesi Tengah yang terdampak bencana alam seperti gempa, tsunami serta likuifaksi.

Baca juga: Polres Sigi Sulteng Amankan Tujuh Paket Sabu

Bencana alam itu menyebabkan banyak rumah masyarakat rusak dan tidak dapat dihuni lagi.

Dirinya berharap kepada pelaksana pembangunan di lapangan untuk mematuhi 3T yakni tepat mutu, tepat waktu dan tepat sasaran.

“Huntap tahap 1B ini nantinya akan dibangun sama dengan sebelumnya yakni Huntap tahap 1A sebelumnya yakni menggunakan konsep Rumah Sehat Instan Sederhana (Risha),” tutupnya.

Baca juga: OJK Awasi Ratusan Miliar Rupiah Dana Pemulihan Ekonomi Sulteng

Laporan: Ahmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.