Muhammad Al Fatih Pemuda Yang Membuktikan Janji Rasulullah

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Ilustrasi

Kupas Tuntas, gemasulawesi – Nama Muhammad Al Fatih sang penakluk konstatinopel yang namanya tercatat dalam sejarah dan dikenang hingga kini. Namanya disandingkan dengan Saladin Al Ayyubi sebagai salah satu pahlawan besar umat Islam.

Di usianya yang masih muda 21 tahun, Muhammad AlFatih berhasil menaklukkan Konstantinopel, yang sekarang dikenal dengan Istanbul, pada tahun 1453 hingga ia dijuluki  Sang Penakluk.  

Muhammad Al Fatih lebih dikenal sebagai Mehmed II adalah keturunan Turki Usmani atau lebih dikenal dengan  Turki Usmani.

Mehmed II dikenal sebagai pemimpin yang kompeten dan berpengalaman di berbagai bidang ilmu.Mulai dari tentara, sains, matematika dan penguasaan 6 bahasa.

Baca: Pengertian dan Biografi Singkat Khulafaur Rasyidin

Lahir sebagai Muhammad II di Edirne, Kesultanan Utsmaniyah, pada 27 Rajab 835 H atau 30 Maret 1432. Ia adalah putra  Sultan Murad II, raja keenam Kesultanan Utsmaniyah.

Dikutip dari buku The Great karya Saladin al Ayubi dan Muhammad al Fatih, nama Al Fatih yang berarti Sang Penakluk diberikan karena karyanya dalam penaklukan Konstantinopel.  

Sang ayah begitu khawatir dengan pendidikan anaknya sehingga suatu saat ia menjadi seorang pemimpin yang arif dan bijaksana.Pendidikan inilah yang membuat Muhammad II kecil  menyelesaikan menghafal 30 juz dari Quran, hadits, memahami  hukum, belajar matematika, astronomi, dan strategi perang.

Pada usia 21 tahun, ia  fasih berbahasa Arab, Ibrani, Latin, Turki, dan Yunani.

Dia menjadi pemimpin Ottoman setelah ayahnya memberinya kepemimpinan.

Pada usia  muda, Sultan Murad II memercayai dirinya untuk menjadi pemimpin. Muhammad II diangkat menjadi Khalifah Kesultanan Utsmaniyah pada tanggal 5 Muharram 855 atau 7 Februari 1451 M.

 Setelah pengangkatannya, ia memiliki ambisi untuk menciptakan kebijakan militer dan luar negeri yang strategis.Dia memperbarui serangkaian perjanjian internasional dengan negara-negara tetangga dan  sekutu militer. Hal ini dilakukan untuk merebut pengaruh Kekaisaran Romawi-Bizantium di negara-negara tetangga Kekaisaran Ottoman.

Mengepung dengan 4 juta pasukan selama 50 hari

Sultan Mohammad II menyiapkan lebih dari 4 juta pasukan untuk mengepung Konstantinopel dari daratan.

Dia sebelumnya telah membangun sebuah benteng besar di tepi Bosphorus yang disebut Rumli Haisar atau Benteng Rumi. (*)

Baca: Ini Ternyata Manfaat Mengkonsumsi Susu Kambing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.