2Banner GIF 2021

Muhadjir: Stunting Masih Jadi Tantangan Pembangunan Manusia Indonesia

Muhadjir: Stunting Masih Jadi Tantangan Pembangunan Manusia Indonesia
Foto: Menko PMK Muhadjir Effendy. Muhadjir: Stunting Masih Jadi Tantangan Pembangunan Manusia Indonesia.

Gemasulawesi– Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menegaskan, masalah stunting atau gagal tumbuh pada anak masih jadi tantangan besar dalam pembangunan manusia Indonesia.

“Masalah itu masih jadi kendala besar dalam menyiapkan generasi unggul dan kompetitif sehingga perang melawan stunting harus terus digencarkan,” ungkap Muhadjir di acar Simposium Nasional 2021 Praktik Baik Percepatan Penurunan Stunting Melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang diselenggarakan BKKBN, dikutip dari siaran pers, Selasa 26 Oktober 2021.

Apalagi adanya Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting. Hal itu, menunjukkan diperlukan langkah-langkah cepat dan efektif untuk memenuhi target penurunan itu.

Baca juga: Kemiskinan Ekstrem Jadi Tantangan Berat Pembangunan Manusia Indonesia

Muhadjir pun berharap keterlibatan berbagai pihak termasuk perguruan tinggi dalam upaya sosialisasi dan edukasi pencegahan stunting kepada masyarakat.

Perguruan tinggi dapat bekerja sama dengan BKKBN, terutama dari pendekatan persuasif, dan edukatif kepada calon pengantin. Termasuk kepada para mahasiswa dan mahasiswi.

“Harus kita kejar di mana kantong-kantong Stunting terjadi, dan kita selesaikan satu-satu dengan cara yang dikembangkan berbasis riset di perguruan tinggi masing-masing,” kata dia.

Dengan demikian, keikutsertaan perguruan tinggi dalam perang melawan stunting pun dinilainya sangat penting. Hal itu dapat dilakukan melalui program pengabdian masyarakat dan riset.

Antara lain para mahasiswa bisa ikut memberikan sosialisasi dan edukasi terkait pencegahan stunting, pemenuhan gizi yang baik kepada masyarakat.

Dia pun menegaskan, tantangan pengentasan stunting harus bisa dilakukan secara frontal dalam waktu 3 tahun. Hal itu menyusul target pemerintah untuk menekan angka stunting dari 27 persen menjadi 14 persen pada 2024 mendatang.

“Tidak ada kata pelan, tidak ada kata sedikit demi sedikit. Tetapi dalam waktu kurang lebih 3 tahun kita harus melakukan serangan frontal besar-besaran terhadap masalah stunting di Indonesia,” kata dia.

Sementara itu, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengatakan, pihaknya menargetkan sebanyak 4.600 perguruan tinggi untuk bekerja sama dalam mempercepat penurunan stunting.

Salah satu caranya adalah melalui program pengabdian masyarakat atau Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik.

“Dengan program itu, pengabdian masyarakat biasa dilakukan mahasiswa akan diarahkan dalam hal sosialisasi dan edukasi terkait pencegahan stunting,” tutupnya. (***)

Baca juga: Pandemi Covid19 dan Tantangan Kebangsaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post