Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Morowali Utara Berpotensi Jadi Target Peredaran Narkoba

Morowali Utara Berpotensi Jadi Target Peredaran Narkoba
Foto: Illustrasi Morowali Utara Berpotensi Jadi Target Peredaran Narkoba

Gemasulawesi– Sebagai daerah menjadi sasaran para investor, Morowali Utara sangat berpotensi menjadi target para peredaran narkoba. Pasalnya, banyak orang dari luar daerah, bahkan luar Indonesia masuk ke daerah penghasil tambang nikel itu.

“Jadi saya minta pemerintah desa, tokoh adat, tokoh agama, aparat keamanan, dan seluruh masyarakat untuk bersama-sama melawan narkoba,” ungkap Bupati Morut, Sulawesi Tengah, dr. Delis Julkarson Hehi dalam acara penobatan Desa Pa’awaru di Kecamatan Lembo sebagai Desa Bersih Dari Narkoba (Bersinar), Jumat 10 September 2021.

Ia mengingatkan, pentingnya kesadaran masyarakat akan bahaya narkoba, sehingga menolak segala bentuk penyalahgunaan utamanya peredaran narkoba sejak dini, sebab data dari Satuan Tugas Narkoba Polres Morut menyebutkan, daerah ini menempati urutan ke-4 teratas peredaran narkoba di Sulawesi Tengah.

Baca juga: Sat Narkoba Kembali Bekuk Pengguna Narkoba di Banggai

Dia menyebutkan, dampak bahaya dari penyalahgunaan barang haram itu ada tiga, yakni penjara, rumah sakit dan kuburan.

“Mungkin hari ini kita belum rasakan. Namun kalau kita lengah, lambat atau cepat, pasti akan terjadi,” kata dia.

Sementara itu, Kapolres Morut AKBP Ade Nuramdani mengimbau, agar masyarakat tidak segan melaporkan segala bentuk penyalahgunaan, atau peredaran narkoba yang ditemukan di tengah masyarakat, baik dilakukan pengguna maupun pengedar barang berbahaya itu.

Diketahui, pemerintah daerah Morut bersama Polres Morut dan Kodim 1311 Morowali, menobatkan Desa Pa’awaru di Kecamatan Lembo sebagai Desa Bersih Dari Narkoba (Bersinar).

Sebelumnya, Kepala BNN Provinsi Sulawesi Tengah Brigjen Pol. H. Monang Situmorang mengintakan masalah penggunaan narkoba di Sulawesi Tengah, karena sudah masuk dalam tahap berbahaya.

“Daerah Morut termasuk kawasan yang rawan narkoba. Ini karena banyak perairan dan jalan daratnya menguhubung beberapa provinsi,” jelasnya saat melakukan tatap muka dengan Pemda Morut, sekitar bulan Juli 2021.

Menurut dia, Sulawesi Tengah termasuk daerah dengan tingkat penggunaan narkoba tertinggi. Bahkan, pada tahun 2019, wilayah tersebut dinyatakan sebagai provinsi dengan tingkat penyalahgunaan narkoba tertinggi ke empat di Indonesia.

Kabupaten Morut sangat berpotensi menjasi lahan peredaran narkoba. Selain karena termasuk daerah terbuka, wilayah itu juga sedang berkembang dengan industry pertambangan. (***)

Baca juga: Daerah Rawan Narkoba di Sulteng, Parimo Diantaranya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post