Modus Penipuan Penerimaan Pegawai, ASN di Boyolali Ditangkap Polisi

waktu baca 2 menit
Foto: Illustrasi modus penipuan penerimaan pegawai.

Berita nasional, gemasulawesi– Aparatur sipil negara (ASN) di Boyolali, Jawa Tengah, modus penipuan penerimaan pegawai Perusahaan Umum Daerah (Perumda) lewat jalur orang dalam, ditangkap polisi.

“Kemarin kita tangkap berinisial J alias S (53), diperiksa terus langsung kita tahan,” ujar Kaur Binops Sat Reskrim Polres Boyolali, Iptu Wikan S Kadiyono, Selasa 6 Juli 2021.

Ada sekitar tujuh orang menjadi korban atas tindakan ASN modus penipuan penerimaan pegawai di Boyolali. Namun, baru dua orang korban melapor ke polisi.

Kasus ASN modus penipuan penerimaan pegawai berawal saat korban bertemu dengan tersangka pada Juni 2020 lalu.

Baca juga: Palsu, Vaksin Covid 19 Berisi Air Garam

Tersangka merupakan ASN di Kecamatan Juwangi, menawarkan dan menjanjikan korban bekerja di Perumda Air Minum Tirta Ampera, Boyolali.

“Tapi dalam perjanjian itu, harus menyerahkan uang untuk lobi,” kata dia.

Baca juga: Berikut Cara Terhindar Penipuan Lewat Whatsapp

Tergiur dengan janji tersangka ASN modus penipuan penerimaan pegawai, korban pun menyanggupi syarat itu dengan menyerahkan uang diminta dengan cara ditransfer melalui bank.

Namun hingga waktu dijanjikan, korban juga belum diterima bekerja di Perumda Tirta Ampera.

Baca juga: Viral Chat Cabul kepada Penerima Vaksin di Boyolali

Korban akhirnya juga mengetahui nama asli tersangka, dan menyadari dirinya jadi korban penipuan. Atas kejadian itu korban mengalami kerugian sekitar Rp 76 juta dan melapor ke polisi.

Baca juga: Polisi Tangkap Satu Warga Toili Sulteng Pelaku Penggelapan

“Dari hasil pemeriksaan tersangka, ada enam korban lainnya dengan total nilai kerugian semuanya Rp 421,5 juta,” jelasnya.

Baca juga: 24 Ribu Jiwa Sudah Disuntik Vaksin Covid 19 di Parigi Moutong

Polisi menyita sejumlah barang bukti di antaranya surat pernyataan, bukti transfer, buku tabungan dan ATM. Tersangka dikenakan Pasal 378 dan atau 372 KUHP tentang penipuan dan atau penggelapan dan terancam hukuman maksimal 4 tahun penjara.

Baca juga: Rusdi Mastura Janji Sejahterakan Warga Sulteng

Sementara itu Camat Juwangi, Suwarno, menyebut tersangka J ASN modus penipuan penerimaan pegawai di Kecamatan Juwangi. (***)

Baca juga: Gubernur Sulawesi Tengah Instruksikan PTM Terbatas Ditunda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.