Misi Bentuk Generasi Sehat, Disdikbud Parigi Moutong Gelar Workshop Penguatan Sekolah

  • Whatsapp
Misi Bentuk Generasi Sehat, Disdikbud Parigi Moutong Gelar Workshop Penguatan Sekolah
Workshop penguatan sekolah- Wabup Parigi Moutong, H. Badrun Nggai memberikan sambutan pada Workshop penguatan sekolah bertemakan pembentukan generasi sehat, berkarakter dan berkarya dalam pembinaan peserta didik yang teridentifikasi narkoba dan HIV Aids tingkat kesatuan Pendidikan SMP tahun 2019, di Aula Bappelitbangda Parigi Moutong, Jumat 20 Desember 2019. GemasulawesiFoto/MuhammadRafii.

Parigi moutong, gemasulawesi.comMisi membentuk generasi sehat, Disdikbud Parigi Moutong (Parimo) menggelar workshop penguatan sekolah.

Workshop penguatan sekolah Disdikbud Parigi Moutong, bertemakan pembentukan generasi sehat, berkarakter dan berkarya. Dalam pembinaan peserta didik yang teridentifikasi narkoba dan HIV Aids tingkat kesatuan Pendidikan SMP tahun 2019.

Bacaan Lainnya

“Penting bagi kita semua merangkul anak-anak peserta didik di Parigi Moutong yang terkena narkoba dan HIV Aids,” ungkap Wakil Bupati Parigi Moutong, H. Badrun Nggai dalam sambutannya di aula Bappelitbangda, Jumat, 20 Desember 2019.

Ia melanjutkan, pihaknya salut dengan upaya segenap insan pendidik di Parigi Moutong. Menurutnya, seluruh insan pendidik masih memiliki sikap perduli dengan generasi bangsa dan daerah.

Kita di Parigi Moutong semua kata dia, masih mempunyai budaya ketimuran yang kental. Alasannya, masih banyak guru dan kepala sekolah berupaya agar di sekolahnya tidak ada lagi siswa yg terinditifikasi narkoba dan HIV Aids.

“Perlu komitmen melindungi generasi Parigi Moutong berikutnya. Ia mencontohkan, anak-anak yang memakai lem aibon. Kelakuan itu dapat merusak sel otak. Sehingga perlu edukasi sejak dini,” tegasnya.

Baca juga: Basarnas Temukan Dua Warga Hilang Di Pegunungan Taopa Parigi Moutong

Seluruh keluarga mesti memahami gentingnya permasalahan ini lanjut dia. Siswa yang terpapar dengan lingkungan narkoba dan HIV Aids pasti karena faktor kurangnya edukasi hingga kontrol keluarga yang sangat minim.

Ia berharap, tidak ada lagi peredaran narkoba di Parigi Moutong. Pihaknya meminta para guru dan kepala sekolah berkomunikasi intens dengan siswa. Tujuannya, agar terjalin kedekatan dengan siswa sehingga bisa mencegah berbagai masalah yang akan muncul.

Sementara itu, Kepala Dinas pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) Parigi Moutong, Adruddin Nur mengatakan pihaknya berkaca dari pengalaman beberapa tahun lalu. Mencoba mencari inti permasalahan serta solusinya.

“Saya melihat contoh kasus dari beberapa tahun lalu di Parigi Moutong, dari curahan hati siswa yang terkena HIV Aids, terbukti perhatian keluarga di rumah sangat vital,” terangnya.

Ia menjelaskan, mereka curhat dalam tulisannya merasa kurang diperhatikan. Berbagai masalah yang dihadapi terkesan dibiarkan sendiri. Itulah awal mula anak-anak ini mulai masuk lingkungan yang menjerat ke dalam pergaulan narkoba.

“Saat ini anak-anak ini sudah mulai terlihat beraktifitas secara positif di sekolah. Saya minta guru dan kepala sekolah tidak mengucilkan mereka,” tutupnya.

Baca juga: Program Listrik Desa PLN 2019, Delapan Desa Majene Sulawesi Barat Teraliri

Laporan: Muhammad Rafii

banner 728x90

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.