Minyak Kelapa Kampoenk Premium, Industri Parimo ‘Go Nusantara’

  • Whatsapp
Minyak Kelapa Kampoenk Premium, Industri Parimo ‘Go Nusantara’
Minyak Kelapa Kampoenk Premium, Industri Parimo ‘Go Nusantara’ (Foto: Ist)

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Produk industri minyak kelapa kampoenk premium berbasis rumah tangga di Kabupaten Parimo Sulteng, ekspansi ‘Go Nusantara’.

Akses pasar produk industri minyak kelapa kampoenk premium Kabupaten Parimo saat ini sudah ‘Go Nusantara’, dengan merambah pulau Sulawesi, Jawa, Kalimantan, Bali dan beberapa daerah lainnya yang ada di Indonesia.

Bacaan Lainnya

Produk ini mampu menembus pasar nusantara, karena memakai sistem manajemen pemasaran dengan pola berbeda.

Penjualan produk ini dimulai dari menawarkan secara langsung kepada konsumen, dengan brand premium tanpa bahan pengawet.

Dengan perkembangan pasar hingga saat ini, minyak kelapa kampoenk premium sangat mendapat respon positif dari konsumen.

Terkait kemampuan produksi minyak kelapa kampoenk premium Parimo, dalam seminggu mampu membuat minyak kelapa hingga satu ton atau 1000 liter.

Sejak diluncurkan ke publik untuk dipasarkan, produk ini sudah memproduksi sekitar 15 ton minyak kelapa.

Produk minyak kelapa kampoenk premium Parimo dikemas dalam dua ukuran, yakni ukuran botol 500 mililiter dan 250 mililiter.

Adapun harga jual ukuran 500 mililiter yakni Rp30.000 per botol. Sedangkan ukuran 250 mililiter dengan harga jual Rp15.000 per botol.

Proses pembuatannya pun cukup sederhana dan tidak membutuhkan peralatan canggih. Cukup menggunakan mesin parut, wajan serta tangan-tangan terampil kaum perempuan di Parimo.

Ide dan Potensi Minyak Kelapa Kampoenk Premium

Ide lahirnya produk minyak kelapa kampoenk premium bermula dari melihat potensi alam milik Kabupaten Parimo.

Menariknya, industri ini berada di daerah yang dikenal sebagai salah satu penghasil kelapa dalam terbanyak di Sulteng. Rata-rata produksinya mencapai 212.176.000 butir per tahun.

Minyak kelapa kampoenk premium ini hadir dan tersebar di sejumlah desa penghasil kelapa terbanyak di Kabupaten Parimo.

Dengan melimpahnya bahan baku kelapa, warga tentunya lebih berani mengelola dengan cara kerja cerdas.

Nilai ekonomi dari bahan baku kelapa itu bisa punya nilai jual yang lebih. Bukan nilai yang standar atau bahkan nilai ekonominya di bawah rata-rata.

Industri minyak kelapa ini bahkan berbasis industri rumah tangga. Pendataannya pun lebih kepada ibu rumah tangga berpenghasilan menengah ke bawah.

Duet Faradiba Zaenong dan Fakrudin di Bisnis Minyak Kelapa Kampoenk

Berkomitmen membangun dan meningkatkan ekonomi rakyat itulah cita-cita dua anak muda dari Kabupaten Parimo.

Mereka adalah Faradiba Zaenong (29) dan Fakrudin (44), mereka menekuni bisnis tersebut sejak tahun 2019. Walaupun masih terhitung singkat namun sebelum memasarkan produk mereka melakukan penelitian terlebih dahulu.

Mereka berhasil mengembangkan usaha minyak kelapa kampung premium menjadi bisnis yang sangat menguntungkan.

Tidak hanya menguntungkan untuk mereka, namun menguntungkan untuk ratusan ibu-ibu rumah tangga.

Dalam mengawali bisnis itu, dua anak muda ini yang juga diketahui berprofesi sebagai jurnalis, terinspirasi dari melimpahnya bahan baku kelapa dalam yang ada Kabupaten Parimo.

Ide inilah yang kemudian membuat mereka untuk melahirkan suatu produk minyak kelapa dengan brand premiun tanpa bahan pengawet.

Selain itu, lewat bendera mereka berdua produk minyak kelapa kampoenk ini berhasil mencetak lapangan kerja. Terutama, bagi ibu-ibu rumah tangga yang awalnya tidak berpenghasilan menjadi berpenghasilan.

Saat ini, mereka memiliki kurang lebih 600 ibu-ibu rumah tangga yang bekerja memproduksi minyak kelapa di Kabupaten Parimo.

Pembuatan minyak kelapa yang melibatkan ratusan ibu-ibu rumah tangga itu menggunakan sistem pemberdayaan industri rumahan.

Sistem industri rumahan yang dimaksud yakni pembuatan dan pengelolaan minyak kelapa dilakukan secara pribadi atau individu bukan perkelompok.

Tujuan utama dari sistem ini adalah meningkatkan perputaran ekonomi berbasis rumah tangga.

Selain itu tujuan lainnya dari sistem itu, agar ibu-ibu dalam menjalani aktifitas pekerjaan yang baru ini tidak harus meninggalkan fitrahnya sebagai ibu rumah tangga.

Menurut ke dua anak muda itu, ibu-ibu yang menggeluguti pekerjaan ini tidak harus meninggalkan fitrah sebagai seorang istri dan ibu bagi anak-anak. Sebab, pekerjaan ini dikerjakan di rumah masing-masing.

Di sisi lain, peningkatan ekonomi yang akan terjadi. Nantinya, bukan hanya ada dalam rumah tangga. Namun, berefek pada perputaran ekonomi desa, kecamatan dan skala kabupaten.

Pada akhirnya, meskipun produk ini sudah dibanjiri permintaan pasar, mereka tetap fokus dan memprioritaskan mutu serta kualitas produk. Disamping itu, izin kesehatan dari produk ini pun sudah dirampungkan.

Mereka berharap, dari usaha yang digelutinya itu dapat memberikan dampak positif. Serta, sebagai motivasi kepada warga mengembangkan usaha-usaha lain untuk kesejahteraan.

Laporan: Muhamad Rafii

banner 728x90

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.