Menteri Kesehatan Pastikan PMK Resiko Menular ke Manusia Rendah

waktu baca 2 menit

Nasional, gemasulawesi – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan jarang terjadi ke manusia dia menghimbau agar masyarakat tidak perlu khawatir pada penyakit ini. Seperti halnya virus SARS-Cov 2 yang berasal dari kelelawar ke manusia atau seperti penyakit flu babi dan flu burung yang bisa menular ke manusia, penyakit mulut dan kuku persentase penularannya kepada manusia sangatlah rendah.

“Masyarakat tak perlu khawatir terhadap penularan penyakit mulut dan kuku pada hewan. Resiko penularan ke manusia sangatlah rendah seperti halnya Virus Sars-Cov 2 yang penularannya berasal dari kelelawar ke manusiaserta penyakit flu babi dan flu burung yang bisa meloncat ke manusia,” Ucap Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.

Menteri kesehatan mengatakan dia telah berbicara dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Badan Kesehatan Hewan Dunia tentang penyakit mulut dan kuku pada hewan-hewan ini.

“Virus ini hanya terdapat pada hewan berkuku, terutama untuk mulut dan juga cakarnya. Resiko penularan penyakit ini terhadap manusia masih sangat rendah. Jadi tidak perlu khawatir dengan kesehatan manusia,” kata Budi pada Senin, 9 Mei 2022 saat siaran pers bersama Menteri Kabinet Besar RI di Kantor Presiden.

Baca: KPK Bantu Polda Kaltara Terkait Kepemilikan Tambang Ilegal Oknum Polisi

Menurutnya, penyakit ini akan sangat berbahaya kepada hewan. Tapi dia menegaskan bahwa penyakit ini resiko penularan kepada manusia masih sangat rendah. Pada manusia juga terdapat penyakit pada kaki, mulut dan tangan. Menurutnya penyakit ini berbeda dengan penyakit yang terjadi pada hewan. Selain itu, penyakit ini banyak menyerang anak-anak dan masih tergolong ringan.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto juga menyampaikan bahwa penyakit mulut dan kuku menjadi perhatian Presiden Joko Widodo.Airlangga mengatakan, Presiden meminta kasus terjadinya penyakit ini perlu di awasi secara serius.

“Penyakit mulut dan kuku (PMK) perlu untuk di awasi secara serius,” kata Airlangga. (*)

Baca: ASN Kota Palu Kembali Aktif, Absensi Kehadiran Capai 98 Persen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.