Menteri Harap BUMDes Akomodir Potensi Desa

waktu baca 2 menit
Foto: Salah satu Bumdes.

Berita nasional, gemasulawesi– Sesuai Undang-undang (UU) Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020, diharapkan Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes dapat mengakomodir potensi desa.

“Dari UU Cipta Kerja turunannya ke Peraturan Pemerintah nomor 11 tahun 2021, tentang BUMDes. Kemudian, diturunkan lagi menjadi Permendes PDTY nomor 3 tahun 2021, desa harus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” ungkap Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Menteri Desa PDTT) Abdul Halim Iskandar dalam keterangan tertulis, Sabtu 26 Juni 2021.

Artinya, BUMDes tidak diperbolehkan menggunakan unit usaha desa sudah dilakukan masyarakat. Peraturan ini berlaku apabila BUMDes ingin membuat sebuah unit usaha desa.

Pernyataan itu disampaikan saat meninjau salah satu potensi desa pembuatan kain tenun dalam rangka Kunjungan Kerja (Kuker) ke Desa Wedani, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Jawa Timur (Jatim), Sabtu.

Baca juga: Bantuan Produktif Usaha Mikro, April 2021 Batas Pendataan

“Desa ini luar biasa potensinya, tinggal dikembangkan. Saya sampaikan kepada pak kepala desa (kades), bahwa yang mengonsolidasi semua usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ini adalah BUMDes,” tuturnya.

Baca juga: Langgar Jam Operasional, Pemkot Palu Denda Pelaku Usaha Rp 2 Juta

BUMDes diperkenankan membuat unit usaha kerajinan tenun, tapi perannya lebih mengkonsolidasi pengrajin-pengrajin di Desa Wedani.

Baca juga: Pemkot Palu Mulai Berlakukan Pembatasan Jam Operasional

Dukung gagasan Desa Devisa, turut memberikan dukungan terkait gagasan menjadikan Desa Wedani sebagai Desa Devisa.

Baca juga: Kota Palu Berlakukan Pembatasan Jam Operasional Usaha

Baca juga: Indonesia-China Kerjasama Perdagangan Local Currency Settlement

“Saya di sini menemukan gagasan baru, namanya Desa Devisa. Kalau konsepnya sudah cocok semua dari hulu ke hilir, maka akan kami jadikan model nasional,” sebutnya.

Baca juga: Rehab Rumah Rusak, BPBD Parimo Akomodir Tambahan 3000 Unit

Baca juga: Pemkot: Layanan Perizinan Elektronik Pangkas Waktu Pengurusan

Ia menambahkan, pembangunan desa paling bagus dengan replikasi. Apabila pengembangan desa itu berhasil, maka bisa menjadi contoh untuk desa-desa lain. (***)

Baca juga: Rehab Rumah Rusak, BPBD Parimo Akomodir Tambahan 3000 Unit

Baca juga: Riznu Fitra Inisiatif Kembangkan Pariwisata di Parigi Moutong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.