2Banner GIF 2021

Mensos Masih Temukan Penerima Bansos Tunai Salah Sasaran

Mensos Masih Temukan Penerima Bansos Tunai Salah Sasaran
Foto: Penerima Bansos tunai.

Berita nasional, gemasulawesiMenteri Sosial Tri Rismaharini mengakui masih menemukan penerima Bansos tunai salah sasaran.

“Penemuan itu berawal dari laporan warga penerima Bansos mengaku belum mendapatkan BST. Namun, ketika dicek warga melapor itu sudah mendapatkannya dan sudah ada bukti berupa foto uang dan KTP,” ungkap Risma menceritakan temuannya di Jakarta, Sabtu 17 Juli 2021.

Tidak juga puas sampai disitu, Risma akhirnya mendatangi alamat rumah warga penerima Bansos tunai salah sasaran itu. Ternyata, warga penerima Bansos adalah orang berbeda dengan pelapor.

Baca juga: Penyaluran Bansos Tunai Sudah Dimulai Sejak Minggu Lalu

Hanya saja mempunyai nama penerima sama dengan penerima sesungguhnya. Namun penerima Bansos tunai salah sasaran itu sudah pindah tempat tinggal.

Pihaknya akhirnya menelusuri untuk mencari tahu tempat tinggal baru penerima Bansos tunai salah sasaran itu. Ternyata setelah dicek, tidak masuk kriteria tidak mampu.

“Ternyata orang itu namanya sama, dia pindah tempat. Kita cari lagi, memang dia belum terima satunya. Tapi satunya sudah terima. Aku ngomong kita harus cek kayaknya, rumahnya seperti apa, ternyata rumahnya berlantai tiga,” sebutnya.

Baca juga: Penerima Bansos Tunai dan PKH Dapat Tambahan Beras 10 Kg

Penerima Bansos ternyata masyarakat mampu secara ekonomi

Selain itu, pihaknya juga mendapatkan laporan dari tim survei, masih banyak penerima Bansos ternyata masyarakat mampu secara ekonomi. Bahkan, ada penerima memiliki dua unit mobil.

“Kita menemukan beberapa memang mampu. Tadi baru laporan saya survei. Bu, ternyata punya Camry. Ada punya dua mobil, satu Camry, satu Innova, ” ujarnya.

Pihaknya akan melakukan pemantauan agar penerima Bansos tunai salah sasaran tidak terjadi lagi. Bahkan, pihaknya juga akan melihat dari nilai kualitas data penerima BST.

“Saya membenahkan data sekarang saya akan pantau terhadap kualitas data, artinya kita butuh ke lapangan jadi memang agak berat, tapi sampaikan kepada teman-teman kita harus turun dan ternyata ada yang begitu kualitas datanya,” kata Risma.

Lebih lanjut, Risma menyatakan masyarakat masuk kategori mampu namun masih mendapatkan BST harus sadar diri. Pihaknya berharap, mereka tidak diam saja atau bahkan pura-pura tidak mampu.

“Saya berharap begitu tolonglah sadar diri. Banyak saudara kita membutuhkan. Ayolah kalau merasa diri kita mampu, kalau kita miskin beneran gimana,” tandasnya. (***)

Baca juga: Ancaman Mensos Pindahkan ASN ke Papua, Tuai Sorotan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post