Mendikbud-Ristek: 2022 Pagu Anggaran Turun, Program Tetap Jalan

waktu baca 2 menit
Foto: Gedung Kemendik-Ristek

Berita nasional, gemasulawesi– Meskipun mengalami penurunan pagu anggaran pada tahun 2022, Mendikbud-Ristek Nadiem Makarim menyebut program akan terus berjalan efisien.

Rencananya pagu anggaran Kemendikbud-Ristek 2022 sebesar Rp 73,08 triliun, turun dibanding pada tahun ini.

“Jadi kita, apa pun yang terjadi di situasi pandemi, Kemendikbud-Ristek sesuai arahan Presiden akan terus beroperasi dengan berbagai macam efisiensi seperti hybrid, bekerja dari rumah dan juga dari kantor,” ujar Nadiem dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI, Kamis 3 Juni 2021.

Nadiem mengaku sudah terbiasa melakukan penghematan. Bahkan, dalam satu tahun terakhir, Kemendikbud-Ristek mengalami penghematan yang luar biasa sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Di mana kita telah dari satu tahun ke belakang kita mengalami penghematan yang luar biasa. Jadi itu benar-benar suatu hal yang mungkin kita akan pertahankan sesuai arahan Presiden,” tuturnya.

Dia menuturkan, untuk efisiensi belanja barang, menggunakan teknologi, menjadi tema besar, dan reformasi transparansi daripada belanja barang yang dilakukan. Hal itu, tentunya akan mendorong ketahanan ekonomi di dalam dunia pendidikan dengan berbagai macam bantuan sosial yang berhubungan dengan pendidikan.

Baca juga: Kesbangpol Sosialisasi Permendagri 78 Tahun 2020

“Itu juga jadi salah satu kunci pemulihan ekonomi dan pemastian bahwa akses pendidikan masih terjaga,” sambung Nadiem.

Meski demikian, Nadiem memastikan beberapa program tetap berjalan. Misalnya seperti beasiswa yang tidak mungkin tiba-tiba diputus.

“Sekolah-sekolah kita di luar negeri yang tentunya nggak bisa kita berhentikan pendanaannya, dan juga beasiswa-beasiswa yang sedang berjalan. Beasiswa yang diberikan di dalam dari Kemendikbud-Ristek. Jadi itu harus masih dilanjutkan. Kita nggak bisa berhentikan mereka di tengah-tengah,” jelas Nadiem.

Nadiem pun mengungkapkan bahwa keterbatasan anggaran merupakan tantangan besar bagi kementeriannya. Dia berharap bisa menjalankan tugas sebaik mungkin.

“Jadi poinnya adalah ruang fiskal yang bisa digunakan saat ini untuk program-program prioritas kita, program merdeka belajar, itu sekitar sedikit di bawah Rp 6 triliun. Jadi ini suatu tantangan besar bagi kami. Tapi kami harap bisa lakukan yang terbaik walaupun dengan berbagai macam batasan tersebut,” tutupnya. (***)

Baca juga: KPK Tolak Cabut SK Penonaktifan 75 Pegawai, Ini Alasannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.