Mendikbud Meminta Sekolah Sekitar Pengungsian Tampung Siswa Korban Konflik Wamena

0
99
Mendikbud Meminta Sekolah Sekitar Pengungsian Tampung Siswa Korban Konflik Wamena
Kantor Kemendikbud (Foto: Ist)

Parimo, gemasulawesi.com Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) meminta sekolah-sekolah di sekitar pengungsian di Papua untuk menampung siswa korban konflik di Wamena.

“Ada masalah ini, bahwa anak-anak kan ikut orang tuanya mengungsi. Karena itu, saya imbau bagi sekolah-sekolah yang berdekatan dengan rumah tinggal para pengungsi supaya anak-anaknya ditampung di sekolah terdekat,” ungkap Mendikbud, Muhadjir Effendy dikutip dari CNN Indonesia, Rabu, 9 Oktober 2019.

Ia bahkan meminta pengelola sekolah untuk proaktif mendatangi titik-titik pengungsian dan mengajak siswa korban konflik Wamena kembali ke sekolah.

“Jangan ditunggu. Harus dicari dan didatangi supaya kemudian segera diajak masuk sekolah. Jangan sampai anak-anak yang ikut orangtuanya mengungsi lalu kemudian sekolahnya terbengkalai,” tuturnya.

Dalam kondisi seperti ini, Muhadjir memperbolehkan siswa belajar bukan di sekolah asalnya. Perubahan pendataan dan pemindahan itu nantinya bisa menyusul dilaporkan ke dinas pendidikan setempat atau ke Kemendikbud.

Kemudian, ia mengklaim aktivitas di Wamena berangsur pulih, pasca kerusuhan beberapa waktu lalu.

“Di Papua sekarang kegiatan sudah mulai jalan, kemarin kami sudah mengirim bantuan dari Kemendikbud ke lima sasaran di samping Wamena juga ada ke ibukota puncak Jayawijaya, kemudian ada beberapa distrik juga,” jelasnya.

Namun, ia masih perlu memastikan pemenuhan hak-hak pendidikan bagi anak.

“Jangan sampai anak-anak yang ikut mengungsi lalu sekolahnya terputus,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Provinsi Papua, Elias Wonda telah meminta seluruh kepala sekolah di Papua untuk segera membantu siswa pengungsi dari korban kerusuhan Wamena.

Elias bahkan telah mengeluarkan surat edaran kepada sekolah-sekolah di Papua agar menerima siswa-siswa dari Wamena yang ingin pindah sekolah.

“Siswa dari Wamena yang ada di daerah lain, mereka harus diterima agar tetap dapat melanjutkan pendidikan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, mengatakan Pemprov Sumbar memberikan Jaminan bagi para siswa korban kerusuhan Wamena yang tiba di kampung halaman.

“Siswa yang menjadi korban tidak boleh putus sekolah. Bagi SMA, yang menjadi wewenang provinsi, kita siap siap ditampung. Bagi SMP dan SD kita meminta pemerintah kabupaten dan kota memfasilitasinya,” kata Nasrul.

Diketahui, telah banyak warga yang berbondong-bondong meninggalkan Wamena kembali ke daerah asal. Tidak sedikit beberapa kepala daerah yang mengeluarkan biaya untuk memulangkan warganya.

Baca juga: Pasca Kerusuhan Wamena, Guru Sekolah Mengaku Masih Trauma Kembali Mengajar

Sumber: CNN Indonesia

Tinggalkan Balasan