Kunjungi Sulteng, Mendikbud Sebut Utamakan Pemulihan Pendidikan

waktu baca 3 menit
Foto: Mendikbud Nadiem Makarim.

Berita nasional, gemasulawesiNadiem Makarim kunjungi Sulteng, Mendikbud menyebut mengutamakan percepatan pemulihan pendidikan terdampak gempa di Provinsi Sulawesi Tengah.

“Saya datang ke Kota Palu dalam rangka menggali masukan dan saran. Kemudian menjadi bahan untuk ditindaklanjuti Kemendikbud,” ungkap Mendikbud Nadiem Makarim, saat kunjungi para guru dan kepala sekolah di Kota Palu Sulteng, Kamis 5 November 2020.

Ia mengatakan, upaya percepatan pemulihan pendidikan di Sulawesi Tengah terkhusus di daerah yang terdampak gempa, tsunami dan likuefaksi. Dan seluruh daerah di provinsi Sulteng berkaitan dengan adanya pandemi covid 19.

Mendikbud Nadiem Makarim saat kunjungan ke Sulteng berharap, pembangunan sekolah dari pemerintah bersama UNDP atau Badan Program Pembangunan PBB berjalan dengan baik.

Baca juga: Wisata Tabingga Hills Sulteng, Butuh Perawatan

“Infokan jikalau masih ada yang bisa dibantu Kemendikbud,” tuturnya.

Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan tanpa gotong royong dan kerja keras dari ujung tombak pendidikan seperti pemerintah daerah, kepala sekolah dan para guru, tidak dapat mewujudkan pendidikan yang baik.

Ia mengatakan, kementerian tidak punya kemampuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan kalau guru-guru dan kepala sekolahnya tidak bergerak duluan.

Asalkan lanjut dia, mengikuti prinsip dasar merdeka belajar. Dimana kepala sekolah diberikan kemerdekaan dan guru-gurunya juga diberikan kemerdekaan untuk memerdekakan murid-muridnya.

Baca juga: Zona Hijau dan Kuning di Sulteng Bisa Belajar Tatap Muka

Mendikbud Nadiem Makarim Serap Aspirasi Guru

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Makarim menyerap aspirasi dan masukan dari guru, kepala sekolah di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah dengan tujuan untuk memastikan percepatan pemulihan sektor pendidikan pascagempa 28 September 2018 dan pandemi covid 19.

“Dalam proses belajar mengajar, kami di SMKN 8 masih menggunakan kelas darurat,” tutur Wakil Kepala SMKN 8 Palu, Tardi saat berdialog dengan Menteri Nadiem Makarim yang melakukan kunjungan kerja di Palu, Kamis 5 November 2020.

Ia menguraikan, SMKN 8 Palu terdampak paling parah saat gempa, tsunami dan likuefaksi menimpa Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Moutong.

Baca juga: Muhammadiyah Bantu Pemulihan Pasca Bencana Sigi

Dalam kondisi tanggap darurat bencana gempa, SMKN 8 Palu menerima bantuan kelas darurat sebanyak enam unit dari Kemendikbud dan dari pihak swasta tiga unit.

“Hingga saat ini proses belajar mengajar di kelas darurat masih berlangsung,” katanya.

Dalam proses pemulihan SMKN 8 Palu, Tardi menyampaikan kepada Menteri Nadiem Makarim, SMKN 8 Palu mendapat bantuan pembangunan sarana dan infrastruktur sekolah dari United Nations Development Programme (UNDP) atau Badan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Baca juga: OJK Awasi Ratusan Miliar Rupiah Dana Pemulihan Ekonomi Sulteng

“Masterplan pembangunan sudah ada, UNDP sudah memasang. Hanya saja, kami belum mengetahui realisasinya kapan,” jelasnya.

Kepada Menteri Nadiem, Tardi juga mengutarakan di masa pandemi covid 19, proses belajar mengajar dilakukan dengan dua metode, yakni online dan offline.

Baca juga: SMKN Tiga Kota Palu Dapat Kuota Gratis Kemendikbud

Baca juga: SMKN 1 Toribulu Prakarsai Programkan Tanam 5000 Manggrove

Laporan: Rafiq

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.