2Banner GIF 2021

Menaker Launching Pelatihan Bahasa dan Budaya Jepang Berbasis Aplikasi

Menaker Launching Pelatihan Bahasa dan Budaya Jepang Berbasis Aplikasi
Foto: Menaker Launching Pelatihan Bahasa dan Budaya Jepang Berbasis Aplikasi.

GemasulawesiMenteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah secara resmi launching program pelatihan bahasa dan budaya Jepang berbasis aplikasi bagi 500 orang pencari kerja di Kota Palu secara virtual, Kamis 16 September 2021.

“Rangkaian ini adalah hal yang sangat vital karena berkaitan dengan bahasa dan budaya negeri Sakura yakni Jepang,” ujar Wali Kota Palu, H Hadianto Rasyid, Kamis.

Dia mengatakan, kegiatan pelatihan bahasa dan budaya Jepang itu dilaksanakan dalam rangka penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, untuk mengisi peluang kerja ke Jepang melalui peningkatan kapasitas bahasa dan budaya.

Baca juga: Pekan Depan, Launching Vaksin Covid 19 di Parimo

Wali Kota pun menyampaikan terima kasih kepada pihak ISO Jepang sebagai Pusat Standardisasi pelatihan bahasa Jepang yang tetap mencarikan solusi, untuk mempersiapkan tenaga kerja yang akan diberangkatkan ke Jepang meskipun di tengah Pandemi Covid19.

Serta mengapresiasi dukungan dan perhatian yang diberikan oleh Menteri Ketenagakerjaan RI, Ida Fauziyah dalam pelaksanaan kegiatan itu.

Dia berharap, upaya yang dilakukan pihaknya dapat menghasilkan tenga kerja yang siap, untuk ditempatkan di Jepang.

“Semoga Allah SWT senantiasa menguatkan keistiqomahan kita dalam pengembangan dan kemajuan kota kita bersama,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kementerian Ketenagakerjaan mendukung Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah dalam menyiapkan tenaga kerja lokal berkompetensi untuk magang ke Jepang dalam program Specified Skilled Workers (SSW).

“Iya, setelah kami beraudiensi dengan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah di Jakarta pada Selasa 7 September 2021, mereka merespons baik dan mendukung langkah dilakukan Pemerintah Kota Palu,” kata Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja Kota Palu Setyo Susanto yang dihubungi di Palu, belum lama ini.

Ia menjelaskan program SSW bekerja sama dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) sebagai bagian dari upaya pemerintah mengurangi tingkat pengangguran. Angka pengangguran terbuka Kota Palu berada di angka 8,38 persen atau tertinggi di antara 12 kabupaten di Provinsi Sulawesi Tengah (BPS 2020).

Oleh karena itu, program SSW menjadi salah satu jawaban meminimalisasi angka itu. Kota Palu mendapat kuota 1.000 tenaga kerja sesuai kebutuhan negara tujuan. (***)

Baca juga: Jamkes Masuk Empat Isu Strategis Perlindungan PMI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post