Masyarakat Diminta Laporkan SPBU Pembelian BBM Pakai Jeriken

waktu baca 2 menit
Kumpulan jeriken warga antri di SPBU (Ilustrasi Gambar)

Berita Sulawesi Tengah, gemasulawesi – Masyarakat di Sulawesi Tengah, diminta PT Pertamina laporkan SPBU yang kedapatan masih memprioritaskan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) tanpa surat rekomendasi.

Hal itu diungkapkan Communication and Relation PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Muhammad Iqbal Hidayatulloh.

“Jika masyarakat diminta laporkan SPBU yang utamanya melayani jeriken atau tangki modifikasi, beri tahu kami kapan itu terjadi, SPBU dan tim layanan lapangan akan mengambil tindakan melalui penyelidikan lebih lanjut,” ucap Communication and Relation PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Muhammad Iqbal Hidayatulloh.

Iqbal mengatakan Pertamina mengeluarkan standar operasional prosedur (SOP) bahwa SPBU tidak dapat melayani pembelian jeriken tanpa surat rekomendasi.

Baca: Pastikan Penanganan Darurat Berjalan Optimal, BNPB ke Torue

Ia menjelaskan, bahwa tahun ini dipastikan akan dikeluarkan SOP dan surat langsung dari Pertamina ke SPBU agar tidak lagi melayani pembelian jeriken.

Menurut Iqbal, Perpres Nomor 117 Tahun 2022 menetapkan bahwa pertalite bukan lagi jenis bahan bakar umum, tetapi sudah termasuk dalam Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP). Terkait regulasi ini, Pertalite sudah memiliki kuota yang harus dibagikan dan tidak dijual bebas ke masyarakat.

“Jumlah kuota yang disiapkan pemerintah mengalami penurunan dibandingkan tahun 2021, sedangkan kegiatan ekonomi meningkat pada 2022 setelah pandemi,” ucapnya.

Menurut data yang ada, kuota solar tahun 2022 untuk Sulawesi Tengah adalah 113.000 KL, sedangkan pertalit mencapai 322.000 KL.

Ia mengungkapkan, realisasinya saat ini posisinya over kuota, bukan dibandingkan dengan kuota tahunan 2022, tetapi dengan kuota akumulatif pada bulan berjalan atau yang biasa disebut dengan year to date Juni 2022.

Menurut Iqbal, tugas Pertamina adalah menata kuota ini dari awal tahun hingga akhir tahun, jangan sampai kuotanya tiba-tiba habis pastinya kita tidak akan bisa menyalurkan.

“Jangan sampai kuota tiba-tiba habis pada Agustus, kita tidak bisa lagi mendistribusikannya secara otomatis,” kata Iqbal. (*/Ikh)

Baca: DPRD Parigi Moutong Tinjau Lokasi Sungai dan Banjir Torue

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.