Home PARIGI MOUTONG Masuk Babak Final IBC, Lintang Project Banggakan Warga Parimo

Masuk Babak Final IBC, Lintang Project Banggakan Warga Parimo

Masuk Babak Final IBC, Lintang Project Banggakan Warga Parigi Moutong
Perform salah satu band pada ajang IBC FPDL Gorontalo (Foto: Ist)

Parimo, gemasulawesi.com Berhasil menembus babak final, Lintang Project grup band asal Kabupaten Parigi moutong (Parimo), berikan kebanggaan bagi warga Parimo.

Pasalnya, nama Lintang Project berhasil masuk nominasi 10 besar grup band yang tampil di ajang Indonesia Band Competition (IBC) rangkaian kegiatan Festival Pesona Danau Limboto (FPDL) Gorontalo.

“Dalam ajang ini, kami berusaha menampilkan yang terbaik, mengingat ketatnya persaingan para peserta, bisa masuk di final itu sudah alhamdulillah,” ujar Andi Sadam Manager Lintang Project Band kepada media ini via pesan singkat di Facebook, Selasa 25 September 2019.

Dengan personil Suci Vocal, Eroz di gitar satu, Ady di gitar dua, Dany di posisi Basis, Ari di posisi Drumer, serta Pian di di posisi Lalove dan Kakula kata dia, selain untuk menjadi Juara, Lintang Project juga ingin memberikan pesan, bahwa beberapa alat musik tradisional Khas Suku Kaili tak lekang waktu.

Kemudian lanjut dia, hal ini juga sudah menjadi ciri khas bagi Lintang Project disetiap penampilannya dalam berbagai event. Menurut dia, perpaduan antara alat musik modern dan tradisional dapat menciptakan warna dan harmoni serta sangat enak untuk didengar, meski diaplikasikan dalam genre Rock.

“Menampilkan Lalove (jenis alat musik tiup dari bambu, hampir menyerupai seruling) dan Kakula, memiliki nilai budaya, sama seperti konsep panggung FDPL,” terangnya.

Selain itu, kedua alat musik tradisional juga menjadi instrumen musik pendukung utama, dalam lagu cipta yang ditampilkan Lintang Project pada babak final tadi malam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, meski berhasil memasuki babak final, sayangnya langkah Lintang Project band asal Parigi Moutong gagal menuju tiga besar terbaik.

“Kami telah menampilkan segala kemampuan kami, kami yakin tampil cukup baik. Namun hak penilaian ada di tangan dewan juri. Kami yakin keputusan dewan juri memang jatuh pada peserta yang tepat dan kami tidak kecewa dengan pencapaian kami,” tegasnya.

Diketahui, Lintang Project kalah bersaing dengan tiga grub band terbaik lainnya versi penilaian juri. Ketiga Grup tersebut yaitu, THE VIP dari Propinsi Gorontalo, El Classico dari Gorontalo, dan Sarara 27 dari Kota Madya Palu Propinsi Sulteng.

Sebelum berangkat ke Gorontalo, dua Grup Band Parimo yaitu Twenty Four dan Lintang Project sempat terseok soal anggaran. Sehingga membuat personil kedua grub band ini terpaksa melakukan aksi penggalangan dana dana serta meminta dukungan moril kepada masyarakat Parimo.

Aksi penggalangan dana itu dibalut dengan penampilan jual suara, yang dihelat di badan jalan trans sulawesi jalur Parigi-Poso. Aksi itu pun sempat menyita perhatian dan simpati sejumlah warga sekitar Kecamatan Parigi dan para pengguna jalan yang melintas di depan SPBU Pertamina Kelurahan Kampal, Kecamatan Parigi.

Kemudian, penggalangan dana juga dilakukan melalui kegiatan Bazar musik di salah satu warung kopi di kota Parigi.

Laporan: Ahmad Nur Hidayat

NO COMMENTS

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.