Masa Pemulihan Bencana Sulawesi Tengah, Bantuan PMI Terus Mengalir

Masa Pemulihan Bencana Sulawesi Tengah, Bantuan PMI Terus Mengalir
Bantuan PMI Korban Gempa Parimo Sulawesi Tengah (Foto: PMI Parimo)

Parigi moutong, gemasulawesi.com Setahun lebih pasca bencana gempa bumi, Tsunami dan Likuifaksi menimpa wilayah Palu, Donggala, Sigi, Parigi Moutong (Parimo) atau Padagimo Sulawesi Tengah (Sulteng), Bantuan Palang Merah Indonesia (PMI), masih terus mengalir kepada masyarakat.

Aktifitas pendistribusian bantuan bencana Sulawesi Tengah, terlihat di Desa Lobu Mandiri, Kecamatan Parigi Barat, Parigi Moutong. Berdasarkan pantauan lapangan gemasulawesi.com, sebelum proses penyaluran bantuan dilakukan, sejumlah relawan Korps Sukarela PMI Parigi Moutong, memberikan beberapa penyuluhan terlebih dahulu.

Read More

“Bantuan ini merupakan bantuan dari International Federation of the Redcross (IFRC) atau juga di sebut sebagai federasi international, yang merupakan bagian tak terpisah dari PMI,” ungkap Fahril, salah seorang anggota relawan Korps Tenaga Sukarela (KSR) Parigi Moutong, disela kesibukan pelayanannya, Kamis, 28 November 2019.

Dia mengungkapkan, kegiatan pelayanan penyaluran bantuan dalam masa pemulihan bencana wilayah Padagimo, PMI Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, mengacu pada data BPBD, berdasarkan Keputusan Bupati Parigi Moutong nomor 360.45/2761/BPBD. Tentang penetapan rumah terdampak gempa bumi di wilayah Kabupaten Parigi Moutong tahun 2018.

Baca juga: Amburadul, Sejumlah Proyek Pekerjaan Jalan di Parigi Moutong

Berdasarkan data itu kata dia, sekitar 75 Kepala Keluarga (KK) di Desa Lobu Mandiri, terdata sebagai korbn terdampak bencana gempa bumi tahun 2018.

“Sebagai mitra pemerintah dalam penanganan bencana, kami tetap merujuk pada data milik BPBD sebagai lembaga koordinator yang ditunjuk pemerintah dalam kegiatan penanganan bencana. Hal ini juga sebagai bagian dari upaya menghindari tumpang tindihnya data korban bencana Padagimo,” terangnya.

Dalam setiap kegiatan penyaluran bantuan pada masa pemulihan ini lanjut dia, PMI menurunkan empat regu relawan KSR dengan tugas dan fungsi serta jumlah personil yang berbeda pada setiap regunya. Menurutnya, hal itu bertujuan untuk mempercepat proses pelayanan dilapangan.

Dia menuturkan, sebelumnya kegiatan yang sama telah dilakukan di Desa Bambalemo, Desa Bambalemo Ranomaisi, Desa Petada dan Desa Dolago.

“Sekarang disini, Insyaallah besok kita bergeser ke Desa Kayuboko,” jelasnya.

Baca juga: Sejumlah Proyek Puskesmas Di Parigi Moutong, Terancam Putus Kontrak

Penyaluran bantuan bertempat di kantor Desa itu, juga di saksikan Kepala Desa Lobu Mandiri, Yusak Gigir. Kepada media ini, dia mengungkapkan rasa terima kasih Pemerintah Desa Lobu Mandiri kepada PMI Parigi Moutong Sulawesi Tengah.

Dia mengatakan, sejak beberapa saat pasca bencana terjadi hinggap saat ini, para relawan KSR PMI Parigi Moutong, tidak tampak mengendorkan semangat menjalankan misi kemanusiaan yang dimandatkan PMI.

“Saya sangat mengapresiasi para relawan yang tidak pernah mengeluh menjalankan tugasnya dilapangan, bahkan selalu berusaha memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Semoga lelah seluruh pihak yang terlibat di PMI bernilai ibadah,” tuturnya.

Pantauan media ini, selain menyaksikan relawan PMI menyalurkan bantuan, Yusak Gigir juga bertemu mendengar pendapat dan memberikan penjelasan kepada sejumlah warga yang terlihat mengeluh dihalaman kantor Desa.

Pasalnya, sejumlah warga itu menganggap data BPBD yang di pakai PMI belum menyentuh ke seluruh warga terdampak bencana di Desa tersebut.

“Saran saya kepada PMI Parigi Moutong, jika masih ada kegiata seperti ini, sebaiknya dapat melakukan pendataan kembali terlebih dahulu. Memang masih ada sejumlah warga saya yang layak untuk mendapat bantuan, namun karena tidak masuk dalam daftar korban terdampak milik BPBD, sehingga mereka tidak terakomodir sebagai korban bencana,” tandasnya.

Baca juga: Lebih Parah, Diperkirakan Progres Pekerjaan Puskesmas Sumber Sari Dibawah 50 Persen

Laporan: Ahmad Nur Hidayat

banner 728x90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.