Senin, April 12, 2021

Mardani Ali Sera Dukung Pengusutan Tuntas Kematian Enam Laskar FPI

Must read

Berita nasional- Anggota DPR RI asal fraksi PKS, Mardani Ali Sera menyebutkan satu nyawa sangat mahal harganya sehingga tidak ada satu orang pun yang berhak untuk menghilangan nyawa manusia.

“Al Qur’anul karim mengingatkan kita, bahwa siapa yang menghilangkan satu nyawa sama dengan dengan cara yang tidak benar maka dia seperti membunuh manusia,” tuturnya.

Karena itu kata dia, dirinya mendukung ketika Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas-HAM) untuk melakukan penyelidikan dengan seksama terhadap meninggalnya satu orang pendeta di Papua dan hasilnya cukup mengejutkan.

Baca juga: Relawan Kemanusiaan Galang Dana untuk Pasien Covid 19

Dimana Komnas HAM menemukan kenyataan berbeda dengan apa yang disampaikan di media.

“Olehnya, kasus hilangnya enam nyawa laskar FPI juga harus mendapatkan perhatian yang sama dan pelakunya mesti mendapatkan hukuman setimpal, ini adalah tragedi kemanusiaan yang sangat besar,” tegasnya.

Baca juga: DPP FPI Akan Tempuh Jalur Hukum Melapor ke Komnas HAM

Lanjut dia, penyelidikan kasus pembunuhan enam laskar FPI bukan untuk mencari siapa yang salah, akan tetapi mencari dimana letak kesalahannya.

Baca juga: Fadli Zon Desak Pemerintah Bentuk Tim Independen Usut Kasus Penembakan Laskar FPI

Ia mengatakan, pihaknya tidak akan menuduh salah satu pihak tetapi meminta kepolisian untuk tetap professional mengusut persoalan tersebut.

“Mereka harus bekerja professional untuk membuktikan apremisnya, sementara pihak Komnas HAM juga di dorong untuk membuktikan kebenaran cerita, berita dan fakta yang disampaikan oleh kawan kawan FPI dan keluarga korban,” tuturnya.

Baca juga: Tim SAR Temukan Pemancing Hilang Asal Pelawa Sudah Tidak Bernyawa

Ia menyebutkan, hari dimana kejadian pembunuhan enam laskar FPI terjadi seharusnya menjadi hari berkabung nasional. Ada enam nyawa kata dia, dihari itu meninggal karena tembakan, itu membuktikan adanya aksi seperti yang terjadi pada jaman koboy.

Baca juga: Adu Kuat Strategi Politik “Rusdi Mastura Vs Longki Djanggola” Jilid II

“Komnas HAM harus mengurai benang kusut ini satu persatu. Sehingga terjadi sebuah gambar faktual siapa yang bersalah dan dimana letak kesalahannya,” tekannya dalam siaran live Indonesia leaders talk.

Kejadian ini harus menjadi pelajaran bersama, kedepannya kata Mardani Ali Sera, tidak boleh ada lagi kejadian menghilangkan nyawa manusia dengan semudah itu dan harus menjadi pembelajaran kemanusiaan semua pihak.

Baca juga: Komnas HAM RI Bentuk Tim Pemantauan Dan Penyelidikan

“Tidak boleh ada rakyat Indonesia yang terbunuh tanpa alasan dan tanpa kebenaran apalagi terbunuh dengan peluru,” tegasnya.

Baca juga: Amerika, Jadi Negara Pasien Corona Sembuh Terbanyak di Dunia

Laporan: Muhammad Irfan Mursalim

- Advertisement -spot_img

More articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest article