Auto Ngiler! Ini Dia 30 Makanan Khas Sulawesi yang Wajib Dicoba

waktu baca 11 menit

Kupas Tuntas, gemasulawesi – Provinsi Sulawesi Selatan selalu identik dengan ibukotanya, yakni Makassar. Tak salah memang, karena ibu kota Sulawesi Selatan yang menjadi kota terpadat di pulau Sulawesi. Selain itu, makanan khas dari Sulawesi Selatan juga masih berkaitan dengan kota Makassar.

Budaya, baju adat, tarian tradisional, hingga rumah adat, semua tersedia di Sulawesi Selatan. Namun, bukan budaya yang akan kami bahas, melainkan kuliner khas dari Sulawesi Selatan yang legendaris dan memiliki cita rasa yang menggugah selera makan. Berikut ulasan yang telah disusun oleh tim Gema Sulawesi!

Makanan Khas Sulawesi: Nikmat, Lezat, dan Memikat

Sulawesi tak hanya menyimpan panorama alam yang memukau para wisatawan lokal maupun interlokal. Selain itu, makanan khas Sulawesi juga telah berhasil mengambil hati para wisatawan. Berikut adalah 30 makanan khas Sulawesi yang bisa kamu coba ketika berkunjung disini.

  1. Coto Makassar

Makanan khas Sulawesi ini memiliki bahan utama seperti jeroan sapi yang terdiri dari usus, paru, dan hati sapi. Cara masak Coto Makassar bisa dibilang cukup menarik karena prosesnya yang menggunakan air bekas cucian beras atau air tajin. Jika kamu berkunjung ke Makassar, rugi rasanya jika tak menjajal makanan khas Makassar satu ini.

  1. Jalangkote

Dari segi bentuk dan macam-macam isian, Jalangkote memang sekilas terlihat seperti pastel. Jalangkote merupakan makanan khas Sulawesi Selatan yang terbuat dari tepung dan bahan lain yang berguna sebagai pembungkus. Sedangkan untuk isian, biasanya ditambahkan dengan wortel, kentang, telur dan bihun, tak jauh berbeda dengan pastel memang.

Karena bahan dan isian makanan khas Sulawesi ini relatif sama dengan pastel, dari segi rasa Jalangkote tak jauh berbeda dengan pastel. Hanya kulit pembungkusnya yang berbeda, karena Jalangkote memiliki kulit yang lebih tebal dibanding pastel. Untuk penyajiannya, Jalangkote juga berbeda dari pastel karena disajikan dengan kuah atau saus cuka.

  1. Sop Konro

Tak hanya Coto Makassar yang menggugah selera, ada juga makanan khas Sulawesi Selatan yakni Sop Konro. Dari segi warna dan kuah cukup mirip dengan Coto Makassar.

Sop Konro biasanya menggunakan daging iga sapi yang direbus cukup lama untuk mendapatkan tekstur yang empuk. Karena menggunakan bahan campuran dari rempah seperti asam jawa, serai, dan daun salam, Sop Konro memiliki warna yang cukup pekat bahkan mendekati hitam.

Selain itu, ada variasi lain dari Sop Konro, yakni iga sapi yang terlebih dahulu dibakar kemudian disiram dengan kuah Sop Konro. Menggugah selera bukan?

  1. Cucuru

Cucuru termasuk dalam kategori makanan khas Sulawesi Selatan. Terbuat dari tepung beras, gula merah, kenari, dan telur. Untuk proses pembuatannya, semua bahan dicampur dan kemudian dikukus sampai matang dan berwarna kecoklatan.

Cucuru berbentuk bulat pipih dan tidak terlalu besar. Dari segi tekstur, Cucuru sangat lembut ketika digigit, ditambah dengan cita rasa yang manis.

  1. Doko-doko Cangkuling

Doko-doko Cangkuling, salah satu makanan khas Sulawesi Selatan lainnya yang terbuat dari tepung beras. Selain berbahan utama tepung beras, jajanan ini biasanya dibuat dengan campuran santan, gula merah, dan kentang.

Untuk proses pembuatannya, semua bahan kecuali gula merah diaduk hingga menyatu dengan sempurna. Kemudian gula merah dijadikan sebagai isian kudapan ini. Setelah adonan jadi, baru kemudian dikemas dengan daun pisang dan dikukus hingga matang.

Untuk rasa, Doko-doko Cangkuling memiliki rasa yang manis dengan sensasi gula merah yang lumer saat digigit.

  1. Kue Dange

Masih seputar kudapan ringan, selanjutnya ada Kue Dange yang memiliki bentuk seperti kue pukis dan rangin. Komposisi utama Kue Dange adalah gula merah dengan kelapa parut. Kudapan ringan yang sering ditemui di daerah Pangkajene Kepulauan ini memiliki rasa gurih dan manis yang pas.

Biasanya, Kue Dange disajikan saat pagi hari dengan segelas teh hangat, cocok sekali apabila cuaca dengan dingin.

  1. Baje Canggoreng

Untuk yang satu ini, sepertinya kamu tak harus datang ke Sulawesi Selatan karena kamu bisa membuatnya sendiri. Komposisi untuk Baje Canggoreng terdiri dari gula merah dan kacang. Cara pembuatannya yakni kacang yang direbus kemudian dikupas. Setelahnya, campurkan kacang dengan adonan gula merah cair dan aduk hingga teksturnya mengental

Setelah mengental, kemudian cetak adonan sesuai dengan bentuk yang kamu inginkan. Tiriskan dan Baje Canggoreng siap untuk dinikmati.

  1. Putu Cangkiri

Masih seputar kue, Putu Cangkiri merupakan makanan khas Sulawesi Selatan yang terbuat dari campuran gula pasir atau gula merah, kemudian dicampur dengan tepung beras.

Kudapan ini biasanya berwarna merah apabila menggunakan gula merah, dan akan berwarna putih jika menggunakan gula putih. Putu Cangkiri memiliki cita rasa manis dan legit, sangat cocok disajikan ketika masih hangat.

  1. Sokko

Sokko, biasanya terbuat dari ketan hitam atau putih. Bagi warga Sulawesi Selatan, Sokko atau biasa juga disebut dengan Songkolo dimasak sama seperti ketika menanak ketan atau nasi.

Setelah matang, jajanan ini biasanya ditambahkan dengan parutan kelapa pada bagian atasnya. Sering kali juga ditambahkan dengan ikan asin atau telur asin sebagai lauk pendamping. Warga lokal biasa menyantap kudapan ini saat pagi hari atau sebelum sarapan.

  1. Gogoso

Jika dilihat, Gogoso sekilas mirip seperti lemper. Gogoso biasanya terbuat dari beras ketan putih, kemudian untuk isiannya menggunakan daging sapi atau ayam. Secara umum, Lemper dimasak dengan teknik kukus, sedangkan Gogoso diproses dengan cara dipanggang diatas bara api.

Makanan ini terasa nikmat jika dihidangkan saat masih hangat. Bagi masyarakat Sulawesi Selatan, telur asin biasanya digunakan sebagai lauk pendamping saat menyantap Gogoso.

  1. Mie Titi

Biasanya, mie pada umumnya terbuat dari tepung dan cara memasaknya dengan direbus. Ini berbeda dengan Mie Titi yang merupakan salah satu makanan khas Sulawesi Selatan. Mie Titi biasanya menggunakan mie kering, namun memiliki proses pembuatan yang unik

Jika biasanya mie direbus, Mie Titi justru cukup dengan disiram kuah kental yang panas. Kuah kental tersebut biasanya terbuat dari bahan campuran seperti jamur, udang, ayam, dan beberapa sayur, hampir mirip dengan capcay makanan tradisional Tiongkok.

  1. Buras

Sekilas memang memiliki kemiripan dengan ketupat, lontong, pun dengan bahan utamanya yang sama-sama menggunakan beras. Bedanya, lontong dan ketupat yang seperti kita ketahui berbentuk lonjong dan persegi. Buras justru berbentuk persegi panjang, bisa dibilang Buras merupakan lontong versi Sulawesi Selatan.

Sama seperti lontong dan ketupat, buras juga digunakan sebagai pengganti nasi. Umumnya, buras disajikan bersama Sop Konro atau Coto Makassar. Makanan khas Sulawesi ini harus kamu coba.

  1. Kapurung

Sagu biasa digunakan sebagai bahan baku makanan khas Indonesia Timur, seperti Ambon dan Papua. Sagu juga menjadi bahan baku makanan khas Sulawesi Selatan, yakni Kapurung.

Bedanya, Kapurung terbuat dari sagu yang belum diolah, atau bisa juga dengan menggunakan tepung sagu. Cara memasaknya hampir mirip dengan Papeda khas Papua, hanya saja Kapurung dibentuk bulat kecil-kecil.

Untuk penyajiannya, Kapuru biasanya dihidangkan dengan sayur berkuah seperti jagung, bayam, jantung pisang, atau ikan laut.

  1. Sop Ubi

Secara umum, sop terbuat dari campuran sayur-mayur atau daging. Di Sulawesi Selatan, pastinya kamu akan terkejut jika mendengar hidangan Sop Ubi. Ubi yang kita ketahui digunakan sebagai pengganti nasi, justru di tangan masyarakat Sulawesi Selatan Ubi disantap tanpa tambahan nasi.

Kuah dari Sop Ubi terbuat dari beberapa sayuran yang dikombinasikan dengan kaldu ayam atau sapi yang nikmat. Siapa sangka, Sop Ubi bahkan bisa menjadi menu diet kamu karena rendah kalori.

  1. Pisang Epe

Pisang krispi yang sedang populer saat ini, rasanya masih kalah dengan hidangan Pisang Epe, makanan khas Sulawesi Selatan. Berbahan dasar dari pisang kepok yang kemudian dibakar secara utuh. Setelah dirasa matang, pisang digeprek hingga pipih dan dilanjutkan dengan proses pembakaran yang kedua.

Setelah itu, Pisang Epe kemudian disiram dengan gula merah cair yang manis. Bagaimana, bisa membayangkan nikmatnya kudapan satu ini?

  1. Nasu Palekko

Jika kamu berkunjung ke Wajo, kamu akan menemukan makanan khas yang lezat. Nasu Palekko namanya, berbahan dasar bebek muda yang terasa empuk dan nikmat.

Nasu Palekko diproses dengan menggunakan bumbu rempah-rempah khas Wajo, kemudian bebek muda dibalur dengan bumbu hingga meresap ke dalam daging.

Selain menggunakan daging bebek muda, Nasu Palekko juga bisa menggunakan daging sapi dan dihidangkan dengan nasi hangat.

  1. Pallubasa

Jika dilihat sekilas, Pallubasa memiliki kesamaan dengan rawon. Bedanya, Pallubasa biasanya dibuat dengan menggunakan daging kerbau atau bisa juga dengan daging sapi.

Untuk menciptakan tekstur daging yang lembut, daging harus direbus lama terlebih dulu. Kemudian daging dimasukkan ke dalam kuah yang kaya rempah dan direbus kembali supaya bumbu meresap.

Dari segi penyajian, Pallubasa sama seperti Rawon yang dihidangkan dengan nasi dan sambal.

  1. Pallumara

Pallumara juga menjadi salah satu makanan khas Sulawesi Selatan yang nikmat. Jika Pallubasa menggunakan daging kerbau dan sapi sebagai bahan utama, Pallumara justru menggunakan ikan sebagai bahan utama, khususnya bagian kepala.

Pallumara memiliki kuah yang kental, namun bukan karena penggunaan santan, melainkan kemiri yang menyebabkan kuah menjadi kental

  1. Pallu Kacci

Jika Pallumara menggunakan kepala ikan sebagai bahan utama, Pallu Kacci justru menggunakan ikan bolu atau ikan bandeng sebagai bahan utama. Hidangan ini memiliki rasa yang agak asam, sesuai dengan namanya, Pallu yang berarti masakan, dan Kacci yang berarti asam.

  1. Nasi Kuning Riburane

Bagi orang Jawa, rasanya tidak asing lagi dengan Nasi Kuning. Di Sulawesi Selatan juga terdapat masakan Nasi Kuning, namun telah dimodifiksi sesuai dengan selera masyarakat Sulawesi Selatan.

Nasi Kuning Riburane biasa disajikan dengan lauk yang beragam, seperti telur, ikan pindang, ayam kecap, serta sayur sebagai pelengkap

  1. Barongko

Masyarakat Sulawesi Selatan yang mayoritas suku Bugis, memiliki makanan khas yang bernama Barongko. Terbuat dari campuran telur, santan, pisang, serta gula pasir.

Adonan kemudian diaduk hingga merata kemudian dibungkus dengan daun pisang lalu dikukus hingga matang. Barongko biasa dikonsumsi sebagai lauk harian atau pada saat acara-acara tertentu.

  1. Sop Saudara

Daerah lain yang menjadi kiblat kuliner Sulawesi Selatan selain Makassar adalah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Sop Saudara merupakan makanan khas daerah setempat, sop ini berbahan dasar daging sapi yang empuk karena direbus lama.

Biasanya, Sop Saudara dihidangkan bersama dengan telur bebek, bihun, dan perkedel. Jika berkunjung kesana, sayang sekali jika tak mencicipi rasa nikmat dari Sop Saudara.

  1. Cakalang Fufu

Cakalang fufu merupakan salah satu makanan khas dari Sulawesi Utara yang wajib kamu coba ketika berkunjung kesana. Makanan ini terbuat dari ikan cakalang dengan baluran bumbu rempah-rempah setelah itu diasap dengan menggunakan jepitan bambu. Makanan khas ini tepatnya berasal dari Minahasa.

Cakalang fufu biasanya dinikmati dengan cara digoreng atau dipanaskan sebentar dengan minyak panas baru kemudian dimakan dengan kombinasi nasi hangat dan sambal dabu-dabu.

Selain itu, suwiran daging ikan cakalang bisa juga menjadi pelengkap hidangan seperti mie cakalang, selada kentang, atau diolah dengan dimasak rica-rica pedas.

  1. Dabu-dabu

Meski tak termasuk dalam kategori makanan ringan atau berat khas Sulawesi, dabu-dabu memang disajikan sebagai pelengkap makanan utama seperti sambal pada umumnya.

Sambal khas Sulawesi Utara ini sangat mudah untuk membuatnya, cukup dengan menyediakan bahan segar seperti cabai rawit merah, tomat merah atau hijau, bawang merah kemudian dicampur dengan perasan jeruk nipis, penyedap rasa, dan disiram dengan minyak goreng panas.

  1. Pangi

Selain hasil laut yang digunakan sebagai makanan khas, Sulawesi Utara juga memiliki makanan khas unik yang terbuat dari daun kluwak, masyarakat setempat biasa menyebutnya dengan sayur pangi.

Sayur pangi biasanya terbuat dari daging dan lemak babi. Namun, agar bisa dinikmati semua orang, kini banyak restoran di Manado yang mulai menyajikan sayur pangi dengan bahan utama daging sapi, ayam, atau ikan.

  1. Sinonggi

Sinonggi adalah makanan khas dari Sulawesi Tenggara yang sudah berusia ratusan tahun. Sama seperti papeda, Sinonggi berbahan dasar dari sagu yang diolah sehingga memiliki tekstur kenyal. Biasanya, masyarakat setempat menyajikannya sebagai makanan pendamping.

  1. Sate Gogos

Makanan khas Sulawesi lain yang perlu kamu coba adalah Sate Gogos. Berbeda dengan sate pada umumnya menggunakan daging ayam, kambing, atau sapi, Sate Gogos justru menggunakan kerang laut

Uniknya lagi, Sate Gogos bahkan disajikan tanpa bumbu atau sambal sebagai pelengkap. Sebab, sebelum dibakar Sate Gogos telah dibumbui terlebih dahulu.

  1. Kasoami

Kasoami adalah salah satu makanan khas dari Sulawesi Tenggara yang berbahan utama ubi dan dinikmati sebagai sajian menu utama. Pembuatan Kasoami juga cukup simpel, kamu hanya perlu merebus ubi hingga matang.

Kemudian cara penyajiannya, masyarakat setempat sering menyantapnya bersama sayur, sambal, atau lauk yang lainnya.

  1. Duo Sale

Tak hanya sambal dabu-dabu, Sulawesi memiliki sambal yang khas yakni Duo Sale. Sambal khas Sulawesi Tengah ini menjadi masakan khas kota Palu. Cara membuatnya pun cukup mudah, ikan teri yang sudah dikeringkan kemudian dimasak dengan bumbu merah seperti bawang merah, cabai merah, dan tomat.

Jika kamu pecinta hidangan pedas manis, Duo Sale yang memiliki rasa pedas manis ini cocok kamu santap bersama nasi hangat. Bagaimana? Tertarik untuk mencobanya?

  1. Klappertaart

Dari namanya, Klappertaart memang tidak mencerminkan bahasa daerah Sulawesi. Siapa sangka, makanan ringan yang terpengaruh oleh budaya Belanda ini sangat disukai masyarakat, khususnya masyarakat Sulawesi Utara.

Populer sejak masa penjajahan, Klappertaart memiliki versi yang berbeda-beda, sesuai dengan cara pembuatan dan bahan-bahannya. Jika dipanggang, kue ini seperti kue tart pada umumnya.

Klappertaart sangat cocok dinikmati dalam kondisi dingin, sehingga kue ini tidak cocok apabila berada di luar pendingin terlalu lama.

Demikianlah informasi mengenai makanan khas Sulawesi yang disajikan oleh tim Gema Sulawesi, bila kamu berkunjung ke Sulawesi, tak ada salahnya mencoba rekomendasi makanan khas Sulawesi yang sudah kami sajikan. Jangan lupa untuk terus menyimak informasi terkini hanya di Gema Sulawesi!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.