Dua Mahasiswa di Kota Palu Ditahan Polisi

waktu baca 2 menit
Dua Mahasiswa di Kota Palu Ditahan Polisi (Foto: Aldi)

Berita kota palu, gemasulawesi– Pasca demo penolakan omnibus law, dua mahasiswa di Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah ditahan polisi.

Satu mahasiswa Kota Palu yang ditahan polisi diantaranya, diduga membawa katapel dan paku saat demo penolakan omnibus law atau Undang-undang Cipta Kerja.

“Pada saat mahasiswa lainnya sedang menyampaikan aspirasi, terlihat satu orang gerak geriknya mencurigakan kemudian diamankan dan digeledah tas bawaannya. Dari penggeledahan itu berhasil ditemukan berupa alat pelontar atau ketapel beserta paku sebagai anak pelontar,” ungkap Kabid Humas Polda Sulteng, Komisaris Besar Polisi (KBP) Didik Supranoto, di Palu, Senin 12 Oktober 2020.

Ia mengatakan, pelaku ditangkap di Jalan H Hayun dan langsung digelandang ke Polres Palu untuk dilakukan pemeriksaan dan perkembangan.

Baca juga: Lagi, Warga Olaya Keluhkan Imbas Tambang Emas Ilegal Kayuboko

“Mahasiswa itu diketahui berinisial S (18) warga Jalan Kedondong, Kecamatan Palu Barat yang merupakan mahasiswa IAIN Palu,” jelasnya.

Sedangkan satu mahasiswa lagi, diduga adalah pelaku pengrusakan satu unit kendaraan roda dua milik polisi.

“Pelaku ditangkap tadi malam dan perkaranya akan ditangani Polres Palu untuk dikembangkan kembali,” jelasnya.

Lanjutnya, diketahui pelaku yang ditangkap itu berinisial MA alias A (22), mahasiswa beralamat di Jalan Anoa 1 Lorong Lentora, Kelurahan Tatura, Kecamatan Palu Selatan.

Dari perbuatannya itu pelaku dapat dijerat dengan pasal 170 KUHP subsider pasal 406 KUHP pidana, berdasarkan laporan polisi nomor:LP-A/965/X/2020/Sulteng/Resort Palu tanggal 8 Oktober 2020.

Baca juga: Dugaan Jatah Jergen Solar Oknum Polres dan Polsek, Kapolres Parimo Akan Pulbaket

Pukul Wartawan, Organisasi Pers Palu Kecam Polisi

Memukul wartawan saat meliput demo penolakan Omnibus Law, organisasi pers Aliansi Jurnalis Independent (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) dan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Palu Provinsi Sulawesi Tengah kecam polisi.

Organisasi Pers itu meminta Kepala Kepolisian daerah (Kapolda) Sulteng agar bersikap memproses sesuai hukum yang berlaku kepada oknum anggotanya. Yang melakukan aksi kekerasan terhadap tiga jurnalis di Palu saat melaksanakan tugas liputan unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja, 8 Oktober 2020.

Ketiga wartawan yang alami kekerasan oknum anggota Polri masing-masing Alsih Marselina (Wartawati SultengNews), Aldy Rifaldy (Wartawan SultengNews) dan Fikri (Wartawan Nexteen Media).

Baca juga: Aliansi Mahasiswa Kota Palu Temui Anleg DPRD Sulawesi Tengah

Laporan: Aldi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.