Jumat, April 23, 2021

Polisi Grebek Lokasi Pembuatan Miras di Banggai Kepulauan

Must read

Berita banggai, gemasulawesi– Personil Polsek Totikum Polres Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, grebek lokasi pembuatan Miras tradisional.

“Ada dua titik penggrebekan yang dilakukan Rabu 23 Maret 2021. Yaitu Desa Mata dan Desa Batangbabasal, Totikum,” ungkap Kapolsek Totikum, Ipda Muh Abdurahman Afif Hasibuan, di Banggai Kepulauan, Kamis 24 Maret 2021.

Ia mengatakan, saat penggrebekan lokasi pembuatan Miras di Desa Mata, Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah. Petugas tidak menemukan penjual maupun pembuat Miras cap tikus.

Namun, ketika mendatangi lokasi kedua di Desa Batangbabasal, Totikum, Kapolsek dan anggota Polsek Totikum berhasil menyita Miras dari dua orang lelaki yang berinisial N dan MK.

“Dari pelaku N jenis kelamin laki-laki, alamat Desa Luksagu, ditemukan satu jerigen ukuran 20 liter dan tiga jerigen ukuran lima liter Miras cap tikus. Serta 100 liter saguer bahan baku pembuatan minuman keras,” jelasnya.

Kemudian, dari pelaku MK jenis kelamin laki-laki, alamat Desa Batangbabasal, ditemukan satu jerigen ukuran lima liter Miras cap tikus. Dan 50 liter saguer.

Semua Miras dari kedua pelaku diamankan di Kantor Polsek Totikum. Selanjutnya, kedua pelaku akan dilakukan pemeriksaan.

“Saat di TKP, saguer bahan baku Miras ditumpahkan anggota Polsek Totikum,” tuturnya.

Terkait produsen Miras, Pasal 137 junto pasal 77 Undang-undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan telah mengaturnya. Aturan ini berbunyi:

  1. Setiap Orang yang memproduksi Pangan yang dihasilkan dari Rekayasa Genetik Pangan yang belum mendapatkan persetujuan Keamanan Pangan sebelum diedarkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp 10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).
  2. Setiap Orang yang melakukan kegiatan atau proses Produksi Pangan dengan menggunakan bahan baku, bahan tambahan Pangan, dan/atau bahan lain yang dihasilkan dari Rekayasa Genetik Pangan yang belum mendapatkan persetujuan Keamanan Pangan sebelum diedarkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp 10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).

Baca juga: Polisi Amankan Ratusan Liter Miras dari Dua Pengendara di Banggai

Sementara Pasal 204 KUHP berbunyi:

  1. Barangsiapa menjual, menawarkan, menyerahkan atau membagi-bagikan barang yang diketahuinya membahayakan nyawa atau kesehatan orang, sedangkan sifat berbahaya itu tidak diberitahukannya, diancam dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun.
  2. Bila perbuatan itu mengakibatkan rang mati, maka Yang bersalah diancam dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara selama waktu tertentu paling lama dua puluh tahun. (KUHP 35, 43, 206, 336, 338, 386, 486, 501).

Baca juga: Polisi Musnahkan Satu Ton Bahan Miras di Toili

Laporan: Rahmat

- Advertisement -spot_img

More articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest article