Litbang Parigi Moutong Teliti Angka Kecukupan Gizi Kelor

Produk Serbuk Kelor Untuk Cegah Anemia Pada Ibu Hamil

62
Litbang Parigi Moutong Teliti Angka Kecukupan Gizi Kelor
FGD Litbang Bappelitbangda Parimo- Fokus Group Discusion (FGD) dengan tema Kajian Angka Kecukupan Gizi pada kelor untuk mencegah anemia pada ibu hamil. Kegiatan dilakukan di aula Bappelitbangda Parimo, Kamis 5 Maret 2020. GemasulawesiFoto/Arif.

Parigi moutong, gemasulawesi.comLitbang Bappelitbangda Parigi Moutong (Parimo) teliti khasiat gizi ekstrak bubuk kelor untuk mencegah anemia pada ibu hamil.

“Produk olahan tanaman kelor berupa ekstrak bubuk kelor ukuran 500mg, diperuntukkan mengejar angka kecukupan gizi ibu hamil,” ungkap Kasubid Sosial dan pemerintahan Bidang Litbang Bappelitbangda Parigi Moutong, Dian Wahyuni usai kegiatan Fokus Group Discusion (FGD) Kejar Angka Kecukupan Gizi Dari Produk Kelor Untuk Pencegahan Anemia Pada Ibu Hamil, di aula pertemuan Bappelitbangda, Kamis 5 Maret 2020.

Ia mengatakan, Litbang Bappelitbangda Parigi Moutong teliti gizi produk kelor dibahas bersama instansi terkait. FGD bertujuan meminta saran terkait model penelitian pemberian kedua produk itu kepada ibu hamil.

Penelitian itu lanjut dia, untuk mendukung program penurunan angka stunting di Kabupaten Parigi Moutong.

Diketahui, program pencegahan stunting itu dimulai dari 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). HPK terdiri dari 270 hari selama kehamilan dan 730 hari pada dua tahun pertama kehidupan anak.

“Metode penelitiannya adalah intervensi pada 40 orang ibu hamil yang mengalami anemia,” jelasnya.

Ia melanjutkan, pembagian penelitiannya dilakukan dalam dua kelompok. Yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Masing-masing kelompok itu, terdiri dari 20 ibu hamil yang menderita anemia.

Rinciannya, penelitian kelompok intervensi kata dia, dilakukan dengan cara memberikan kapsul FE (zat besi) dan ekstrask bubuk kelor ukuran 500mg. Khusus ekstrak bubuk kelor merupakan produk lokal hasil olahan Usaha Kecil Menengah (UKM) Mutiara.

Sedangkan, untuk kelompok kontrol ibu hamil anemia, penerapan penelitiannya hanya pemberian konsumsi kapsul FE.

“Peneliti untuk dua kelompok itu berasal dari Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Tadulako Palu,” terangnya.

Penelitian ini kata dia, akan dilaksanakan selama tiga bulan. Mulai dari bulan Maret Hingga Bulan Mei 2020. Untuk satu bulan pertama itu pengurusan berkas administrasi. Dan dua bukan berikutnya fokus teknis penelitian.

Para peneliti akan memperhatikan dampak penggunaan konsumsi kapsul FE dan ekstrask bubuk kelor 500mg untuk ibu hamil anemia.

Harapannya, dua penerapan konsumsi produk itu dapat membantu ibu hamil yang mengalami anemia.

“Setelah proses penelitian, akan ada rekomendasi dari peneliti terkait pemberian konsumsi kapsul FE dan ekstrak bubuk kelor,” tutupnya.

Baca juga: Kapolres: Pelaku Penebangan Hutan Mangrove Melanggar UU Lingkungan Hidup

Laporan: Muhammad Rafii

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.