Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Lima Pelaku Pengedar Uang Palsu Rp1 Miliar Dibekuk Polisi

Lima Pelaku Pengedar Uang Palsu Rp1 Miliar Dibekuk Polisi
Foto: Pelaku pengedar uang palsu.

Gemasulawesi– Polres Bogor dan Polsek Cileung, Jawa Barat berhasil membekuk lima pelaku pengedar uang palsu senilai Rp1 miliar. Satu orang lainnya masih dalam pengejaran.

“Keempat pelaku berinisial SD alias Mbah Jamrong, AG, AR, EH dan DR, kami bekuk di TKP berbeda,” ungkap Kapolres Bogor, AKBP Harun, Selasa 17 Agustus 2021.

Dia menyebutkan, kasus itu terungkap berawal dari penangkapan pelaku pengedar uang palsu senilai Rp1 miliar berinisial AG dan AR.

Baca juga: Kemnaker Targetkan Pencairan BSU Pekan ini

Kala itu, kedua pelaku pengedar uang palsu senilai Rp1 miliar ditangkap karena uang palsu sebagai alat tukar untuk membeli sejumlah rokok di 11 warung di di Desa Mampir dan Desa Dayeuh, Kabupaten Bogor.

Dari hasil penelusuran, uang palsu pecahan Rp 100 ribu sebanyak Rp 1,5 juta itu dibelanjakan oleh kedua tersangka.

“Kedua tersangka beserta barang bukti berupa uang palsu senilai Rp 1,5 juta, uang kembalian warung Rp 330 ribu, dan lima bungkus rokok, langsung kami amankan saat ini,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan kedua pelaku pengedar uang palsu senilai Rp1 miliar, AG dan AR. Diketahui uang palsu itu dibeli dari Mbah Jamrong di wilayah Sukabumi.

Kemudian, polisi terus melakukan pengembangan dan berhasil mengungkap dua pelaku lain yakni berinisial EH sebagai perantara dan DR sebagai pengedar.

Lalu akhirnya kata dia, SD alias Mbah Jamrong berhasil ditangkap di wilayah Bandung pada minggu 15 Agustus 2021.

“Hasil pengembangan kasus peredaran uang palsu ada 3 orang lain yang berhasil diamankan yakni SD, EH dan DR. Jadi totalnya ada lima tersangka,” jelasnya.

baca juga: Polisi Tangkap Pemalsu Uang di Kota Palu

Satu orang masuk DPO

Dari total lima tersangka, lanjut dia, polisi masih memburu satu orang berinisial AD yang termasuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Hingga saat ini, polisi juga masih melakukan pengembangan atas kasus itu.

“Pasal yang disangkakan Pasal 244 dan atau Pasal 245 KUHP ancaman 15 tahun penjara,” tegasnya.

Selain menangkap para pelaku, pihaknya juga mengamankan barang bukti, di antaranya pecahan uang 100 ribu diduga palsu sebanyak 15 lembar, 10 bungkus rokok hasil membelanjakan uang palsu, alat pendeteksi uang palsu, dan uang palsu lainnya dengan nominal hampir satu miliar. (***)

Baca juga: Aksi Sosial Kadin Bogor, Bagikan Makanan untuk Warga Isoman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post