Lepas Status Daerah Tertinggal Tidak Pengaruhi Gaji Guru Terpencil

313
Lepas Status Tertinggal Tidak Pengaruhi Gaji Guru Daerah Parigi Moutong
Kabid Sosbud, Bappelitbangda Parimo, Sahid Badja (Foto: Rafii)

Parimo, gemasulawesi.com Meski baru saja terlepas dari status salah satu daerah tertinggal di Indonesia. Namun, hal itu tidak turut mempengaruhi gaji dan tunjangan bagi guru non PNS di daerah terpencil Kabupaten Parigi moutong (Parimo).

Hal itu disampaikan Kepala bidang (Kabid) Sosial budaya (Sosbud), Bappelitbangda Parimo, Sahid Badja kepada media ini, di ruang kerjanya. Kamis, 24 oktober 2019.

“Perubahan status ini kan ditinjau dari berbagai indikator. Secara kasat mata, perubahan status daerah ini, tidak memiliki pengaruh bagi guru di daerah terpencil. Jadi, tidak perlu khawatir,” terangnya.

Dia mengatakan, hingga saat ini Pemda Parimo masih menyediakan anggaran daerah sekitar 2 Miliyar Rupiah untuk membayar gaji dan tunjangan para guru daerah terpencil non PNS yang tersebar di Parigi Moutong.

Baca juga: Juknis Penggunaan BOS Afirmasi dan Kinerja Akan Direvisi

Anggaran itu kata dia, berada dalam kewenangan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah (Disdikbud) Parimo, sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk mengelola.

“Kalau soal tata cara penyaluran gaji dan tunjangan guru daerah terpencil, kan ada OPD teknisnya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala dinas (Kadis) Dikbud Parimo, Adrudin Nur, yang ditemui media dia ini mengungkapkan, sejauh ini pembayaran penghasilan guru non PNS daerah terpencil berjalan tanpa kendala.

Dia menuturkan, pihaknya kedepan akan melakukan penyaringan kepada guru terpencil, agar penghasilan dapat diterima secara proporsional.

Baca juga: Akui Terima Uang, Hakim Perintahkan Nico Rantung Cs Kembalikan

“Penghasilan guru inikan, ada juga yang berasal dari dana BOS. Kalau tunjangan dari daerah kami harus pastikan penyalurannya proporsional, sesuai dengan beban kerja masing-masing guru,” tuturnya, Rabu, 23 Oktober 2019.

Sebelumnya, dalam rapat koordinasi inovasi desa tim inovasi desa Kabupaten Parimo tahun anggaran 2019 yang di helat beberapa waktu lalu. Kepala bidang (Kabid) guru dan Tenaga Pendidik (GTK), Disdikbud Parimo, Sunarti, mengungkapkan sejumlah guru dan tenaga pendidik di daerah terpencil merasa khawatir dengan perubahan status daerah di Kabupaten Parimo.

Keresahan sejumlah tenaga pendidik itu kata dia, menyusul isu yang beredar terkait perubahan status daerah tertinggal yang dialami Kabupaten Parimo juga berdampak pada penghasilan para guru di daerah terpencil.

“Saya berharap, pemerintah desa juga mungkin dapat memporsikan anggaran bagi guru-guru kita di daerah terpencil, yang saat ini resah dengan penghasilan mereka yang katanya dapat berdampak dengan terlepas Kabupaten Parimo sebagai daerah tertinggal,” tutupnya.

Baca juga: 13 Desa Prioritas Terima Program Pamsimas Parimo 2020

Laporan: Ahmad Nur Hidayat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.