Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Lembaga Pendidikan Diminta Berperan Aktif Menanamkan Ideologi Pancasila

Lembaga Pendidikan Diminta Berperan Aktif Menanamkan Ideologi Pancasila
Foto: Lembaga Pendidikan Diminta Berperan Aktif Menanamkan Ideologi Pancasila.

Gemasulawesi– Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Muhammad Ali Ramdhani meminta lembaga pendidikan harus berpartisipasi aktif dan turut bertanggungjawab dalam penanaman internalisasi nilai-nilai ideologi Pancasila.

“Di seluruh penjuru dunia, lembaga pendidikan di samping sebagai lembaga untuk penguatan pengetahuan bagi warga, tetapi sesungguhnya memiliki misi untuk mempertahankan ideologi bangsa dan negaranya,” ungkap Ali dalam webinar ‘Pembinaan Ideologi Pancasila Bagi Guru dan Dosen di Lingkungan Kementerian Agama RI, Selasa 14 Agustus 2021.

Menurut dia, transmisi dan meneguhkan semangat nasionalisme kebangsaan harus dibina dan dilanggengkan dalam lembaga pendidikan. Sehingga, dia pun mengingatkan kepada seluruh pengelola lembaga pendidikan agar menjadi barisan terdepan dalam mengawal ideologi Pancasila.

Baca juga: BPIP Ganti Tema Lomba: Kritikan Bentuk Perhatian

Pancasila kata dia, disinyalir secara diam-diam terpinggirkan dalam diskursus kebangsaan, yang lebih mengedepankan wacana hak-hak asasi manusia, kebebasan individu, dan egoisme teologis. Sehingga muncul indikasi nilai-nilai Pancasila mulai tidak tersentuh dalam wacana kebangsaan saat ini.

“Kondisi ini harus disikapi dengan serius. Kita perlu berupaya secara sungguh-sungguh untuk mengembalikan diskursus Pancasila sebagai episentrum dalam wacana kebangsaan. Semua ini dilakukan agar keabadian negara dan bangsa yang aman, tentram dan sejahtera senantiasa menjadi milik bangsa Indonesia,” ujarnya.

Dia menyebut, total peserta didik di Indonesia berjumlah 68 juta orang, 12 juta di antaranya atau sekitar 17 persen menempuh pendidikan di madrasah dan pesantren yang menjadi domain binaan Kemenag.

Besarnya jumlah peserta didik di lingkungan pendidikan keagamaan kata dia, pihaknya meminta para guru, dosen, guru besar, ustadz, kiai, tuan guru dan semua sivitas lembaga pendidikan di Kemenag untuk senantiasa berperan sebagai subjek aktif dalam menjalankan gerakan besar penanaman nilai-nilai ideologi Pancasila melalui proses pendidikan Pancasila dan pengarusutamaan moderasi beragama.

“Dan pendidikan Pancasila tentu tidak boleh berhenti di tataran teori, bukan sekadar berkembang dalam wacana, tetapi juga harus dipastikan terejawantahkan dalam kehidupan sehari-hari, nilai-nilai luhur Pancasila harus dipraktikkan dan terefleksikan dalam kehidupan berkebangsaan dan berkewarganegaraan,” pungkasnya. (***)

Baca juga: Aceh Barat Jadi Lokasi Kongres Santri Pancasila

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post