Puluhan PAUD di Parimo Penuhi Standar Layanan Cegah Stunting

  • Whatsapp
Puluhan PAUD di Parimo Penuhi Standar Layanan Cegah Stunting
Puluhan PAUD di Parimo Penuhi Standar Layanan Cegah Stunting (Foto: Gemasulawesi)

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Dinas pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parimo Provinsi Sulteng menyebut, puluhan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD memenuhi standar layanan cegah stunting.

“Sebanyak 88 lembaga PAUD di Parimo mendapatkan layanan suplai makanan tambahan untuk pencegahan stunting,” ungkap Kabid PAUD Dikmas Disdikbud Parimo, Nurlina Sani, di ruang kerjanya, Jumat 11 September 2020.

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan,  88 lembaga PAUD yang tersebar di 11 kecamatan masuk Lokus stunting. Seluruhnya mendapat perhatian khusus dari Disdikbud Parimo.

Lembaga PAUD itu kata dia, juga terpantau secara intens. Disdikbud mengontrol ketat standarisasi sarana dan prasarana PAUD. Khususnya, segi kesehatan hingga layanan untuk stimulasi tumbuh kembang anak.

Termasuk, ketersediaan toilet, sumber air, kelayakan bangunan harus memenuhi standar.

“Standar lainnya juga mesti dipenuhi seperti ketersediaan guru. Harapannya, PAUD saat ini dapat menuju Holistik dan Integrasi (HI),” urainya.

Ia melanjutkan, demi meraih level PAUD HI, perlu ada peran dari Pemerintah desa (Pemdes) setempat.

88 PAUD itu kata dia, fasilitasnya sudah lengkap. Sebab, mereka mendapat dukungan program pembangunan dari Pemdes.

Baca juga: Wakil Ketua DPRD Parigi Moutong Jadi Tersangka

Walaupun belum maksimal, seperti belum tersedianya sumber air. Pihaknya akan bekerjasama dengan desa melalui dana BOP untuk penyediaan sumber air.

“Total peserta didik di 88 PAUD itu adalah 3568 orang. Kecamatan Moutong tercatat sebagai peserta terbanyak,” ungkapnya.

Peningkatan kapasitas lembaga PAUD di daerah Lokus stunting telah didengungkan Disdikbud Parimo.

Lokus stunting tahun 2020 ada 47 desa. Sehingga, pihaknya harus memastikan bagaimana kondisi PAUD melakukan pelayanan dalam rangka pencegahan stunting.

Terkait kesiapan pelayanan dalam pencegahan stunting kata dia, dari situlah dibutuhkan peran bersama pihak terkait untuk membenahi satuan PAUD di Parimo Sulteng.

Diketahui, Kabupaten Parimo dinyatakan tertinggi angka stunting di Sulteng. Namun bertolak belakang dengan angka pertumbuhan.

Berdasarkan persentase, kabupaten setempat urutan ke empat di Sulteng yang mencapai 34,4 sejak tahun 2019.

Parimo sejak tahun 2019 silam, ditunjuk Bappenas sebagi kabupaten yang harus menangani tumbuh kembang presentase stunting selain Kabupaten Banggai.

Parimo sejak 2019, ditetapkan Bappenas sekitar 10 desa yang difokuskan penanganan stunting. Sedangkan tahun 2020 penetapan fokus stunting diserahkan kepada kabupaten, yang akan menangani stunting di 47 desa.

Baca juga: Panwascam Periksa Penyuluh Peternakan Tomini Parimo

Laporan: Muhammad Rafii

banner 728x90

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.