Pekan Depan, Launching Vaksin Covid 19 di Parimo

Pekan Depan, Launching Vaksin Covid 19 di Parimo
Jubir Satgas Covid 19 Parimo, Irwan SKM.
Jangan Lupa Share

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Satgas Covid 19 Parimo Provinsi Sulteng rencanakan launching vaksin pada 13 Januari 2021.

“Ini adalah vaksinasi covid 19 tahap awal. Penerima vaksin covid 19 tahap awal di Parimo adalah dari unsur pimpinan daerah, Forkopimda, TNI dan Polri,” ungkap Satgas Covid 19 Parimo, Irwan SKM di Sekretariat Tim Satgas Covid 19 Parimo, Kamis 7 Januari 2021.

Namun, sebelum launching di Parimo, Satgas akan menjemput vaksin covid 19 dari Kota Palu ke Parimo pada 12 Januari 2021.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Parimo Wulandari Marasobu mengatakan. Penjemputan vaksin covid 19 itu akan menggandeng Polres Parimo untuk mengawal vaksin, hingga tiba ke tempat penyimpanan khusus di Parimo.

Baca juga: Tiba di Palu, Ini Target Penerima Vaksin Covid 19 Sulteng

Sedangkan, rencana penyuntikan vaksin covid 19 untuk tenaga kesehatan dan medis di Parimo dilaksanakan dua pekan sejak 13 Januari 2021.

“Kami belum mengetahui secara pasti jumlah dosis vaksin covid 19, jatah untuk Kabupaten Parimo,” jelasnya.

Diketahui, vaksin covid 19 Sulteng telah tiba di Kota Palu, sebagai bagian dari vaksinasi virus corona tahap awal ke sejumlah provinsi di Indonesia.

11.000 Vaksin Sinovac itu dibawa langsung ke gedung Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah.

Baca juga: Puluhan Ribu Vaksin Covid 19 Sulteng Tiba di Kota Palu

Vaksinasi Upaya Perlindungan Bagi Tenaga Kesehatan

Juru Bicara Pemerintah dr Reisa Brotoasmoro menyatakan, pelaksanaan vaksinasi COVID 19 akan diprioritaskan bagi 1,3 juta tenaga kesehatan dan 17,4 juta petugas pelayan publik.

World Health Organization (WHO) pun menyatakan, perlindungan kepada tenaga kesehatan adalah wajib dan harus dilakukan oleh seluruh negara di dunia.

Hal ini sangat beralasan mengingat sudah ada lebih dari 500 tenaga kesehatan yang gugur selama 10 bulan masa pandemi di Indonesia.

“Hilangnya tenaga kesehatan ini dinilai sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan sistem kesehatan dalam negeri terancam collapse (lumpuh). Padahal untuk melahirkan seorang tenaga kesehatan butuh 4 sampai 7 tahun. Sementara 100 ribu pasien COVID-19 sedang menunggu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan,” tuturnya.

Baca juga: Covid 19 Sulteng Hari Ini, 52 Pasien Sembuh

Dan bagi tenaga kesehatan wajib memelihara kesehatannya termasuk melindungi keselamatan teman sejawatnya. Salah satunya melindungi diri dengan mendapatkan vaksinasi adalah kesadaran profesional.

“Dan melindungi teman sejawat, pasien bahkan keluarga kita adalah kewajiban moral,” ungkapnya.

Soal keamanan vaksin, Reisa meyakinkan bahwa para guru-guru tenaga kesehatan yang berpengalaman puluhan tahun telah mendampingi proses pengkajian vaksin. Tentunya apabila vaksin sudah masuk uji klinis fase 3, artinya sudah lulus uji klinis fase 1 dan 2.

“Dan yang saat ini sedang kita tunggu ialah efikasi, dimana efikasi adalah persentase penurunan kejadian penyakit pada kelompok orang yang divaksinasi,” lanjutnya.

Saat ini vaksin Coronavac yang sudah tiba di Indonesia itu berbasis inactivated virus atau virus yang tidak aktif. Dan metode ini sudah dikenal selama ratusan tahun, tepatnya sejak adanya vaksin rabies.

Dan terbukti manjur melindungi diri dan mengeradikasi penyakit menular. Bukti lainnya, ialah vaksin polio dibuat dengan metode ini. Dan menyelamatkan jutaan anak dari risko lumpuh dan kehilangan masa depan.

“Bahkan Agustus tahun lalu, kita merayakan enyah polio dari Afrika. Dan kita, bangsa Indonesia berjasa besar dalam hal ini, karena vaksin dengan platform inactivated virus ini adalah buatan PT Bio Farma,” jelasnya.

Adapun di Indonesia, WHO sudah menetapkan Indonesia bebas polio sejak 2014.

Untuk itu para tenaga kesehatan diharapkan tidak perlu ragu ketika akan mengikuti vaksinasi.

Disamping itu, berbagai bentuk perlindungan lain terhadap tenaga kesehatan mulai dari memastikan tersedianya alat pelindung diri, meningkatkan kemampuan teknis dan tersedianya informasi terkini penanganan COVID 19. Termasuk juga insentif dan apresiasi kerja tenaga kesehatan.

Baca juga: Vaksinasi Covid 19 Mandiri Bagi Masyarakat Mampu

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post