Larangan Ekspor CPO Buat Stok Minyak Curah Melimpah

waktu baca 2 menit

 Ekonomi, gemasulawesi – Walaupun stok minyak curah melimpah akibat pelarangan ekspor CPO oleh pemerintah belum lama ini, tetap saja tidak mampu menekan harga minyak goreng untuk turun.

Merujuk Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPSN), harga rata-rata minyak goreng curah pada Sabtu, 30 April 2022, mencapai Rp 19.650 per kg. Harga turun 0,25 persen di minggu lalu saja. Sejak November tahun lalu, harga minyak goreng terus meningkat. Harga sempat turun pada awal Februari saat pemerintah menetapkan HET. Namun, harga minyak goreng kembali naik sejak akhir Februari akibat berkurangnya pasokan.

Harga minyak goreng curah terendah ada di Nusa Tenggara Timur (NTT) yakni Rp13.500 per kilogram. Sementara itu, harga yang lebih tinggi berlaku untuk Gorontalo sebesar Rp28.500 per kg.

Baca: Polda Sulteng Limpahkan Kasus Pupuk Ilegal ke Kejari Palu

Di DKI Jakarta, rata-rata harga jual minyak goreng curah adalah Rp21.350. per kilogram.

Harga minyak goreng melonjak sejak Desember 2021 akibat melonjaknya harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di pasar internasional. Untuk menstabilkan harga minyak goreng, pemerintah mengambil kebijakan  subsidi sehingga harga minyak goreng dijual Rp 14.000 per liter. Belum genap sebulan, pemerintah mengubah kebijakannya dengan mewajibkan produsen menjual minyak goreng dengan HET mulai 1 Februari.

Namun, kebijakan tersebut juga berubah lagi. Per 16 Maret, pemerintah mengizinkan penjualan harga minyak goreng dengan mekanisme pasar. Setelah kebijakan harga pasar diterapkan, minyak goreng kembali menghiasi rak-rak toko ritel. Namun, harga minyak goreng belum juga turun. Walaupun saat ini stok minyak goreng curah cukup melimpah. (*)

Baca: Mendag Lutfi Sidak Distributor Minyak Curah di Makassar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.