2Banner GIF 2021

Laporan Pandora Papers Sebut Nama Menteri Luhut

Laporan Pandora Papers Sebut Nama Menteri Luhut
Foto: Laporan Pandora Papers Sebut Nama Menteri Luhut.

Gemasulawesi– Nama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan muncul dalam laporan Pandora Papers.

Dikutip dari detik.com, laporan Pandora Papers yang menyebut nama Menteri Luhut itu mengungkap kepemilikan aset dan perusahaan cangkang di negara bebas pajak.

Bahkan, Menteri Luhut terungkap pernah menghadiri rapat direksi perusahaan bernama Petrocapital SA, yang terdaftar di Republik Panama.

Baca juga: Menteri Luhut Laporkan Aktivis Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti ke Polisi

Luhut ditunjuk menjadi Presiden Petrocapital dalam rapat yang digelar 19 Maret 2007. Dia dipilih bersama dua orang lain dan berkantor di Guayaquil, 400 kilometer sisi barat daya ibu kota Ekuador, Quito.

Laporan Pandora Papers menyebut Menteri Luhut hadir langsung dalam beberapa kali rapat yang berlangsung selama 2007-2010.

Diketahui, terdapat perubahan nama perusahaan. Dari Petrostar International SA menjadi Petrostar-Pertamina International SA.

Perusahaan Petrostar-Pertamina International SA punya tugas memproduksi sekaligus mengangkut produk minyak bumi. Juga diperintahkan melakukan ekspor-impor.

Kabarnya, perusahaan hanya berumur tiga tahun karena dewan direksi membubarkannya dalam rapat pemegang saham luar biasa pada Juli 2010.

Terkait laporan Pandora Papers, juru bicara Menteri Luhut, Jodi Mahardi membenarkan kabar Petrocapital dibentuk di Republik Panama.

“Luhut sempat menjabat di perusahaan itu,” sebutnya.

Ia mengatakan, perusahaan ini didirikan pada 2006 oleh Edgardo E.Dia dan Fernando A.Gil. Petrocapital memiliki modal disetor senilai US$ 5.000.000, yang salah satu bidang usahanya adalah minyak dan gas bumi.

“Bapak Luhut B. Pandjaitan menjadi Direktur Utama atau Ketua Perusahaan pada Petrocapital S.A pada 2007-2010,” tuturnya.

Ketika Luhut memimpin perusahaan itu, pernah gagal memperoleh eksplorasi migas yang layak.

Walaupun, berencana digunakan untuk pengembangan bisnis di luar negeri terutama di wilayah Amerika Tengah dan Amerika Selatan.

Ia menyebut, ada berbagai kendala terkait dengan kondisi geografis, budaya, dan kepastian investasi. Sehingga, Menteri Luhut memutuskan mundur dan berfokus pada bisnis yang ada di Indonesia,” tuturnya.

Terlepas dari itu, Jodi membantah kabar Luhut berkongsi dengan perusahaan minyak milik pemerintah Indonesia dan mengubah nama perusahaan.

Seperti dikutip dari Tempo, ada dua pejabat yang masuk dalam laporan Pandora Papers yakni Luhut dan inisial AH. (a/**)

Baca juga: Luhut Minta Wuling Pasarkan Mobil Listrik Paling Lambat Akhir 2022

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post