Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Lapas Olaya Tolak Tahanan Titipan Polisi dan Jaksa

Lapas Olaya Tolak Tahanan Titipan Polisi dan Jaksa
Foto: Kalapas Olaya Parigi, Askari Utomo.

Gemasulawesi- Lapas kelas III Olaya, Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, tolak tahanan titipan Kepolisian dan Kejaksaan. Penolakan dilakukan, untuk mengantisipasi penyebaran covid19.

“Tahanan titipan untuk sementara kami tolak dulu, karena kami khawatir penyebaran Covid19 saat ini. Selain itu, kondisi Lapas mengalami over kapasitas saat ini,” ungkap Kepala Lapas Kelas III Olaya, Muh Askari Utomo saat dihubungi, Jumat 31 Juli 2021.

Lapas Olaya baru akan terima tahanan titipan itu, ketika perkara penanganan sudah masuk pada proses persidangan di pengadilan negeri.

Baca juga: Petugas Gagalkan Penyelundupan Sabu ke Lapas Parigi

Selain itu, terus meningkatnya Covid19 saat ini, kebijakan memberikan sejumlah batasan bagi warga binaan dan petugas Lapas dalam melaksanakan aktifitas. Termasuk tolak tahanan titipan.

Untuk mencegah penyebarannya, Lapas tolak tahanan titipan dan memberlakukan larangan untuk tidak melaksanakan aktifitas perjalanan kepada petugas, kecuali dalam situasi mendesak.

“Petugas wajib menjalankan karantina 5 hari, usai kembali dari perjalanan. Bisa kembali bekerja usai dinyatakan negative dari hari test Swab-nya,” kata dia.

Selain tolak tahanan titipan, Lapas hingga saat ini masih menutup kunjungan keluarga bagi warga binaan.

Baca juga: Kumham Peduli, Lapas Parigi Salurkan 50 Paket Sembako

Pengunjung diberikan alternatif, dengan melakukan komunikasi via Video Call kepada warga binaan.

Fasilitas telepon telah disiapkan petugas, dapat digunakan warga binaan ketika sewaktu-waktu ingin ingin berkomunikasi dengan keluarganya.

“Keluarga harus mendaftarkan diri kepada petugas Lapas, jika ingin berkomunikasi dengan warga binaan,” jelasnya.

Keluarga juga dapat menitipkan barang kebutuhan warga binaan kepada petugas, dengan pemeriksaan ketat.

Lapas bantu warga terdampak covid19

Terkait pandemi, Lapas Kelas III Olaya juga sebelumnya menyalurkan 50 paket Sembako dari Kemenkumham. Melalui Program Kumham Berbagi untuk masyarakat terdampak Covid19.

“Parimo, khususnya untuk Lembaga Pemasyarakatan, mendapatkan kuota bantuan sebanyak 50 paket sembako, untuk disalurkan,” ungkap Askari.

Dalam kegiatan Kumham Peduli ini, pihakya menyasar masyarakat terdampak Covid-19 disekitar Lapas di seluruh Indonesia, dengan proses penyaluran secara door to door atau rumah ke rumah.  

Selain Sembako, pihaknya juga membagikan kebutuhan masyarakat dalam mencegah penularan dan penyebaran Covid19, seperti masker seperti multi vitamin.

Baca juga: Pansus Sarankan Sewa Tenda Darurat Tampung Pasien Covid19 Sulteng

Laporan: Novita Ramadhani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post