2Banner GIF 2021

Lapas Klas III Parigi Sosialisasi Larangan Penggunaan Handphone ke Warga Binaan

Lapas Klas III Parigi Sosialisasi Larangan Penggunaan Handphone ke Warga Binaan
Foto: Plh Kepala Lapas Klas III Parigi, Idris P Paserang. Lapas Klas III Parigi Sosialisasi Larangan Penggunaan Handphone ke Warga Binaan.

Gemasulawesi– Lapas Klas III Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah sosialisasi larangan penggunaan Handphone, untuk meningkatkan pemahaman kepada warga binaan.

“Kericuan kemarin penyebabnya karena penggunaan Handphone didalam Lapas, yang memang dalam aturannya tidak dibenarkan bagi warga binaan. Jadi kami terus memberikan pemahaman dengan mensosialisasikan aturan-aturan itu,” ungkap Plh Kepala Lapas Klas III Parigi, Idris P Paserang saat ditemui di Parigi, Selasa 2 November 2021.

Dia mengatakan, sosialisasi larangan penggunaan handphone kepada warga binaan dilakukan secara persuasif, usai kegiatan keagamaan di rumah ibadah didalam Lapas dilakukan.

Baca juga: Ratusan Warga Binaan Lapas Parigi Jalani Vaksinasi Covid19

Tujuannya, agar terjalin rasa kekeluargaan dan silaturahmi antar petugas Lapas serta Wabin.

Pihaknya, mensosialisasikan Peraturan Menteri Hukum dan HAM (Permenkumham) nomor 6 tahun 2013 tentang tata tertib di dalam Lapas.

Dari sosialisasi itu diharapkan penggunaan Handphone atau alat komunikasi lainnya hanya dari fasilitas disediakan pihak Lapas saja.

“Sampai saat ini masih ada warga binaan kami temukan gunakan Handphone. Tapi kami berupaya untuk terus memberikan pemahaman, dan menyampaikan dengan cara baik-baik,” kata dia.

Sebenarnya kata dia, pihak Lapas telah menyediakan fasilitas alat komunikasi seperti wortel bagi warga binaan dengan tarif Rp2000 per 10 menit.

Hanya saja, masih saja ditemukan warga binaan yang ingin melakukan komunikasi dijam-jam malam dengan keluarga ataupun kerabatnya.

“Kami tidak bisa juga terlalu keras mereka soal kepemilikan Handphone itu sekarang. Sebab, pasca peristiwa kemarin fasilitas kami masih terbatas. Kami juga tidak bisa melarang mereka untuk tidak berkomunikasi dengan keluarganya,” jelasnya.

Kemudian kata dia, karena kelebihan kapasitas di dalam Lapas, pihaknya saat ini tidak mengunci kamar-kamar para warga binaan, hanya mengunci bagian blok saja.

Memang diakuinya, berdasarkan hasil peninjauan dengan pihak Kantor Wilayah Kemenkumham Sulawesi Tengah, ada kekeliruan pembangunan ruangan warga binaan di dalam Lapas itu.

“Jadi sambil membenahi ruangan kamar kami memberikan kebijakan, tidak mengunci kamar tapi blok saja,” ujarnya.

Dia berharap, upaya pendekatan persuasif yang dilakukan pihaknya, dapat kembali memulihkan kondisi di dalam Lapas. ***

Baca juga: Polisi Bekuk Pencuri Handphone 16 TKP di Kota Palu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post