Langgar Jam Operasional, Pemkot Palu Denda Pelaku Usaha Rp 2 Juta

waktu baca 2 menit
Foto: Operasi yustisi Kota Palu.

Berita kota palu, gemasulawesi– Tim Operasi Yustisi Kota Palu, Sulawesi Tengah, denda pelaku usaha karena melanggar jam operasional.

“Surat edaran Walikota Palu sudah diberikan. Namun, diabaikan saja sehingga langsung diberikan sanksi tegas,” ungkap Kabid Binmas Satpol PP Kota Palu Max Hertoq Duyoh, di Kota Palu, Sabtu 26 Juni 2021.

Tim menemukan pelaku usaha buka melebihi jam operasional selama pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) pada Jumat 25 Juni 2021 malam.

Tim operasi yustisi langsung melakukan tindakan tegas dengan memberikan sanksi tegas berupa denda pelaku usaha Rp 2 juta kepada pemilik Pizza Hut di jalan Emmy Saelan.

Sanksi tegas denda pelaku usaha itu diberikan karena sesuai jam buka tempat usaha sampai pukul 21.00 wita. Namun, faktanya tim operasi yustisi temukan tempat usaha itu masih tetap membuka usahanya.

Warga berada di tempat makan Pizza Hut langsung dibubarkan. Sama halnya dengan Zona Cafe di jalan Emmy Saelan. Juga jadi sasaran temuan masih dibukanya usaha melebihi dari waktu sudah ditetapkan, sesuai dengan surat edaran wali kota Palu no 03 tahun 2021.

Sehingga, saat itu juga langsung diberikan sanksi tegas denda Rp2 Juta. Selain itu warga sebagian besar pemuda dan remaja langsung dibubarkan.

“Jika ditemukan melanggar lagi maka izin usaha dicabut sementara,” tuturnya.

Ia menyebutkan, langkah denda pelaku usaha itu dilakukan sebagai upaya menekan persebaran virus corona. Apalagi angka kasus virus corona meningkat di Kota Palu.

Kepatuhan warga dalam melaksanakan protokol kesehatan sangat diperlukan guna memutus persebaran tersebut. Tindakan tegas berupa sanksi denda diberlakukan semata mata untuk memberikan efek jera demi menyelematkan warga dari ancaman virus corona.

Baca juga: Operasi Yustisi Kota Palu, Ratusan Warga Terkena Sanksi

Sanksi denda denda pelaku usaha senilai Rp 2 juta itu langsung diserahkan ke kas daerah.

“Itu sebagai bentuk transparansi serta menjaga kepercayaan warga. Upaya Pemkot Palu sangat serius dalam penanganan dan memutus mata rantai penyebaran covid 19 di wilayah Kota Palu,” tutupnya.

Baca juga: DLH Parimo: Hentikan Bangun Cottage di Pulau Tomini

Laporan: Rafiq

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.