Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Lanal Ketapang Kesulitan Deteksi Aktivitas Bajak Laut di Kepulauan Karimata

Lanal Ketapang Kesulitan Deteksi Aktivitas Bajak Laut di Kepulauan Karimata
Foto: illustrasi aktivitas bajak laut.

Gemasulawesi– Komandan Pangkalan Lanal Ketapang Letkol Abdul Rajab Bodro mengungkapkan, kesulitan mendeteksi aktivitas bajak laut atau premanisme di Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat.   

“Hanya saja masih kesulitan menangkap tangan pelaku. Selama 20 hari kami ada di sana. Aktivitas pelaku tidak terdeteksi. Tapi begitu kami keluar, mereka kembali beroperasi,” ungkap Abdul Rajab Bodro di kalimantan Barat, Selasa 10 Agustus 2021.

Menurut dia, pihaknya telah menerjunkan kapal patroli untuk menindaklanjuti laporan tentang aktivitas bajak laut atau premanisme di Kepulauan Karimata itu.

Baca juga: Polisi Amankan Pelaku Pencurian Motor Bersenjata Api di Tangerang

Kapal pun telah melakukan penyisiran di perairan Kabupaten Ketapang hingga perairan Kepulauan Karimata, Kayong Utara. Namun, aparat belum berhasil menangkap para pelaku.

Untuk menghindari pengejaran, aktivitas bajak laut diduga selalu berpindah-pindah pulau. Olehnya, aparat akan menindak tegas siapa pun pelaku tindak kejahatan, baik yang melakukan illegal fishing maupun pemerasan.

“Kepada nelayan atau masyarakat pesisir yang melihat aksi bajak laut diharap segara melaporkan ke pos terdekat, melalui radio atau nomor telepon,” tandasnya.

Diketahui, Nelayan di Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, takut melakukan melaut karena adanya isu bajak laut atau premanisme.

Bajak laut kerap bawa senjata api

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kalimantan Barat, Sigit Sugiardi mengatakan, para bajak laut itu kerap membawa senjata api saat beraksi.

Mereka merampas hasil tangkapan hingga Bahan Bakar Minyak (BBM) milik para nelayan saat sedang melaut atau beristirahat.

Menurut dia, aktivitas bajak laut sering beraksi di sebelah barat Selat Karimata, atau di sekitar Kerang Leman, dan juga Pulau Pelapis.

“Lokasi-lokasi itu merupakan perairan dengan potensi ikan terbanyak, air jernih dan arusnya bagus. Nelayan melaut di sana tidak hanya dari Kalimantan Batar, tapi juga dari Pulau Jawa,” ujarnya, Senin, 9 Agustus 2021.

Dia mengatakan, aksi bajak laut sempat terhenti bulan lalu, ketika aparat keamanan rutin menggelar kegiatan patroli. Akan tetapi, para pelaku mulai lagi bermunculan saat ini.

“Kejadian ini sudah berulang kali terjadi, mereka seperti bersembunyi dari kejaran petugas. Mereka tidak ada ketika petugas gencar patrol, tapi muncul lagi sekarang,” ucapnya.

Dia menduga, para bajak laut ini bukan berasal dari Kalimantan Barat. Indikasinya terlihat dari bentuk kapal motor yang agak panjang dan berbeda dengan kepunyaan nelayan lokal. (***)

Baca juga: Aparat Ciduk Pria Kerap Transaksi Sabu di Bungin, Banggai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post