Ini Alasannya Warga Sorot Sejumlah Proyek Jalan Wilayah Utara Parimo

1
126
Ini Alasannya Warga Soroti Proyek Jalan Di Wilayah Utara Parigi Moutong
Warga tanam pisang di jalan (Foto: Ist)

Parimo, gemasulawesi.com Lambat pengerjaan, beberapa proyek jalan di Parigi Moutong disorot warga terutama paket ruas jalan yang terletak di wilayah utara.

Misalnya, proyek ruas jalan Ongka Tampo Desa Kayu Jati, Kecamatan Ongka Malino, dalam unggahan foto dan video salah seorang warga di akun sosial media, tampak warga menanam pohon pisang pada salah satu tumpukan bahan material Pondasi Lapisan Bawah (PLB), sebagai bentuk protes warga sekitar.



“Mungkin timbunan sudah terlalu lama menunggu, jadi warga berinisiatif tanam pisang,” tulis Mustakim Lea, terkait unggahan foto di status pribadinya, Minggu, 29 September 2019.

Tidak hanya itu, dirinya kemudian mengunggah sebuah video seorang warga sekitar yang melakukan aktifitas menghampar salah satu tumpukan material bahan PLB di lokasi jalan itu.

Diketahui, nilai kontrak proyek peningkatan ruas jalan Ongka Tampo mencapai Rp 2.275.500.000 dengan CV. Bugar Karsa sebagai penyedianya.

“Warga sudah mulai berinisiatif sendiri. Mereka tidak akan menunggu alat lagi,” tulisnya dalam postingan video, Senin, 30 September 2019.

Kemudian, dari pantauan gemasulawesi.com, beberapa proyek jalan di Parigi Moutong disorot warga, sebabnya masih belum terlihat aktifitas pengerjaan hingga saat ini.

Seperti pada ruas jalan di Desa Kayu Agung, Kecamatan Mepanga, Kabupaten Parimo. Saat memantau lokasi pekerjaan sempat dilontarkan pertanyaan dari warga sekitar, terkait kelanjutan pekerjaan jalan.

“Masih mau dikerja ini pak, kapan dilanjutkan, ini juga timbunannya tipis, karena sebelumnya jalan ini ditimbun warga secara swadaya,” ungkap warga.

Diketahui, proyek jalan itu dikerjakan CV. Sultan Abadi, dengan nilai kontrak mencapai Rp. 1.683.151 303.

Anehnya, bahan material untuk timbunan PLB untuk ruas jalan Ongka Tampo juga diambil dari tempat yang tidak mendapat rekomendasi Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUPRP).

Menurut anjuran DPUPRP Parimo, material yang tergolong dalam spesifikasi pekerjaan jalan yaitu harus berasal dari wilayah Desa Tibu Kecamatan Tinombo dan Desa Bosagon Kecamatan Ongka Malino.

“Untuk timbunan disini, saya juga yang angkut, dari Kuala Bali ini, Desa Ongka Trimus,” terang seorang sopir truck kepada media ini, saat meninjau sejumlah lokasi proyek pekerjaan peningkatan jalan diwilayah utara Kabupaten Parimo, pekan kemarin.

Michelle Stiyvan selaku PPK pekerjaan jalan di DPUPRP Parimo yang belum lama ini dikonfirmasi awak media via telepon seluler, membantah hal itu. Menurut dia, sejumlah pekerjaan tersebut telah dikerjakan sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan.

“Semua material digunakan pada beberapa proyek peningkatan jalan wilayah Utara Parimo itu telah sesuai aturan dan merupakan material berasal dari tempat yang telah ditetapkan,” ungkapnya.

Dia juga meminta agar wartawan dapat menunjukkan bukti adanya penggunaan material yang tidak sesuai dengan spesifikasi pada sejumlah proyek yang dimaksud.

“Jika memang teman-teman mendapati ada pengangkutan material yang tidak sesuai spek, boleh saya tahu siapa pihak yang melakukan pengangkutan-pengangkutan itu (kontak pengemudi jasa pengangkutan material)”, tantangnya.

Sementara itu, pejabat ULP yang coba ditemui media ini Rabu, 02 oktober 2019, sedang tidak berada di tempat.

Laporan: Ahmad Nur Hidayat

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan