Lahirkan Penulis Muda Parimo, FTBM Gelar Kemah Literasi 2019

0
66
Lahirkan Penulis Muda Parimo, FTBM Gelar Kemah Literasi 2019
Illustrasi Kemah literasi

Parimo, gemasulawesi.com Lahirkan penulis-penulis muda di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Forum Taman Bacaan Masyarakat (F-TBM) menggelar kegiatan Kemah Kerja Literasi 2019.

Kegiatan kemah literasi 2019 digelar Sabtu-Minggu, 27-28 April 2019 di RTH Toraranga, Taman Literasi Parigi.

“Kemah literasi 2019 diikuti lima sekolah. Yaitu SMA, SMK dan satu dari komunitas pegiat literasi, Komunitas Tinombo Mombaca,” ungkap Ketua Panitia kegiatan Kemah Kerja Literasi 2019, Hasrikani Musfira, Sabtu, 27 April 2019.

FTBM kerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Parigi Moutong dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cabang Wilayah II Provinsi Sulawesi Tengah.

Hasrikani mengatakan, pada kemah kerja literasi 2019 itu digelar pelatihan menulis bagi peserta. Kegiatan ini bertujuan untuk lahirkan penulis-penulis muda Parimo.

Demi mewujudkan hal itu, FTBM mendatangkan relawan literasi dari Sahabat Gorga Yogyakarta sebagai mentor dalam kelas menulis.

“Dari Sahabat Gorga Yogyakarta ada Mbak Yona Primadesi dan Mas Abul Muamar,” tuturnya.

Selain itu, FTBM menghadirkan Kabid Kebudayaan Disdikbud Parimo, Eni Sosilowati, Kasi Kelembagaan Paud Dikmas ibu Dahniar dan Budayawan dan Pemerhati Lingkungan, Hamzah Tjakunu.

Ia melanjutkan, selain kegiatan menulis cerita rakyat peserta juga belajar cara membuat dan membacakan puisi. Puisi yang ditulis peserta dibacakan pada agenda malam puisi.

“Selama dua hari kami berupaya mengisi waktu dengan berbagai pelatihan. Semoga seluruh peserta mendapat manfaat dari Kemah Kerja Literasi,” harapnya.

Dikesempatan yang sama, Ketua FTBM Parimo Devi Artini Uga menuturkan, FTBM berharap ada hasil yang nyata dari kemah kerja literasi 2019 ini.

Seluruh peserta yang sebelumnya sudah dilatih menulis akan terus dibimbing. Untuk menerbitkan karya tulis dengan mengangkat tema cerita rakyat Parimo untuk dibukukan.

“Kedepannya bukan hanya dikenal dengan budaya tutur, tetapi juga budaya menulis. Sebabnya, kita punya banyak cerita daerah, kisah-kisah dari para leluhur, cerita orang tua kita,” jelas Devi.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Parimo, Mawardin mengatakan, Dispusaka sangat mengapresiasi FTBM yang terus bergerak dalam kegiatan literasi.

Ia menambahkan, FTBM adalah mitra kerja yang sudah banyak membantu Dispusaka untuk kegiatan literasi.

“Kemah Kerja Literasi adalah salah satu kegiatan yang patut dipertahankan. Sekarang ini, untuk meningkatkan minat baca saja kami harus bersaing dengan internet,” ungkapnya.

Laporan: Tim gemasulawesi

Tinggalkan Balasan