Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Lagi, Pemukiman Warga di Polman Diterjang Banjir Akibat Luapan Air Sungai

Lagi, Pemukiman Warga di Polman Diterjang Banjir Akibat Luapan Air Sungai
Foto: Lagi, Pemukiman Warga di Polman Diterjang Banjir Akibat Luapan Air Sungai.

Gemasulawesi- Luapan sungai Andau membelah Kecamatan Mapilli, Polman, Sulawesi Barat, akibatkan banjir di pemukiman dan fasilitas umum setinggi satu meter, Sabtu 4 September 2021.

“Banyak pedagang, warung jualannya hanyut terbawa banjir. Sebagian berhasil diselamatkan, namun lainnya terbawa banjir,” kata Kindar salah seorang warga korban banjir, Sabtu malam.

Kindar mengatakan, air bah yang menerjang permukiman terjadi saat warga mulai tertidur lelap.

Baca juga: Pemukiman di Kawasan Rawan Bencana Harus Tingkatkan Kewaspadaan

Warga yang panik melihat air bah, segera menyelamatkan diri dan keluarga ke tempat yang lebih aman, sambil berharap banjir akan segera surut.

Sejumlah pedagang warung kelontong yang berada tidak jauh dari muara Sungai Andau, harus merelakan barang jualan mereka hanyut terseret banjir. Keluarga para pedagang bergotong royong mengumpulkan barang-barang jualan mereka yang tersisa ke tempat aman.

Sejumlah warga lainnya tampak sibuk menyelamatkan harta benda mereka termasuk perbotan agar tidak hanyut atau terendam banjir.

Sementara itu, Camat Mapilli dan Bhabinkamtibmas yang meninjau langsung lokasi banjir  meminta warga untuk tidak panik menghadapi situasi itu.

Camat Mapilli Rahmat Rubianto mengatakan setidaknya ada dua desa di wilayahnya yang terdampak banjir di Polman itu. Puluhan kepala keluarga terdampak banjir ini.

“Sekarang kami di daerah banjir, yang terdampak korban 54 kepala keluarga, namun ada dua desa yang terdampak pada malam hari ini, Desa Rappang Barat dan Desa Landi Kannusuang, di Dusun Pullundung sangat parah,” kata Camat Mapilli, Rahmat Rubianto, saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu malam.

Menurut dia, sampai saat ini belum ada laporan korban jiwa yang ditimbulkan peristiwa banjir. Namun kerugian materiil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Bersama sejumlah pihak, pemerintah setempat telah berada di lokasi untuk membantu warga terdampak banjir.

“Alhamdulillah, memang sekitar jam 17.30 hujan memang cukup tinggi. Namun alhamdulillah air sekarang sudah surut,” tuturnya.

Mereka juga mengajak warga untuk mengungsikan harta benda ke tempat yang lebih tinggi agar tidak terjangkau banjir. Meski banjir mulai berangsur surut, warga tetap cemas, lantaran curah hujan hingga kini masih tinggi.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post