2Banner GIF 2021

Lagi, Kepolisian Intimidasi Kerja Jurnalis di Sulteng

Lagi, Kepolisian Intimidasi Kerja Jurnalis di Sulteng
Kunjungan Kapolda Sulteng Irjen Pol Rudy Sufahriadi di Banggai/Istimewa

Banggai, gemasulawesi – Intimidasi pihak kepolisian terhadap kerja-kerja jurnalis kembali terjadi di Sulawesi tengah (Sulteng) tepatnya Kabupaten Banggai.

Parahnya, intimidasi terhadap jurnalis itu terjadi pada Kunjungan kerja (kunker) Kapolda Sulteng, Irjen Pol Rudy Sufahriadi, ke Mapolres Banggai, kawasan perkantoran Bukit Halimun, Kelurahan Tanjung Tuwis, Kecamatan Luwuk Selatan, Kabupaten Banggai, Kamis 18 November 2021.

Salah satu anggota rombongan Kapolda, oknum polisi Brigpol Hermi tanpa alasan yang jelas membentak dan menghapus gambar kegiatan yang diambil wartawan tvOne Andi Baso Herry.

Baca juga: Pukul Jurnalis, Organisasi Pers Palu Kecam Polisi

Kronologis awal kejadian,

Kapolda Sulteng, Irjen Pol Rudy Sufahriadi, menggelar kunker ke Kabupaten Banggai dengan beberapa agenda.

Agenda diawali dengan mengunjungi gerai vaksinasi di Desa Tangkian, Kecamatan Kintom, kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Mapolres Banggai untuk memberikan arahan kepada personil Polres Banggai.

Sebelum pemberian arahan dimulai, Andi Baso, sapaan akrab reporter TV One ini berkesempatan untuk mengambil gambar dokumentasi. Setelah itu reporter Andi Baso disuruh untuk keluar ruangan karena kegiatan bersifat internal.

Baca juga: Irjen Polisi Rudy Sufahriadi Dilantik Jadi Kapolda Sulawesi Tengah

Saat diluar ruangan, Brigpol Hermi mendatangi Andi Baso dan tanpa basa basi langsung menyuruh Andi Baso untuk menghapus seluruh dokumentasi yang telah diambil.

Permintaan tersebut sempat ditolak reporter Andi Baso dan mempertanyakan alasan mengapa dokumentasi harus dihapus. Tanpa memberikan penjelasan, Brigpol Hermi tetap memaksa reporter Andi Baso untuk menghapus dokumentasi kegiatan yang diambil oleh Andi Baso.

Sempat bersitegang, akhirnya reporter Andi Baso menghapus seluruh file dokumentasi. Namun, Brigpol Hermi merasa tidak yakin jika gambar tersebut sudah terhapus dan merampas handphone dan membentak-bentak reporter Andi Baso secara berulang-ulang.

Merasa kesal, reporter Andi Baso menyuruh Brigpol H untuk membakar atau menghancurkan handphonenya kepada oknum polisi tersebut. Karena mulai memanas akhirnya perdebatan tersebut dilerai oleh Ajudan Kapolda, Kompol Hangga.

Kepada reporter Andi Baso, Kompol Hangga meminta agar tidak menanggapi ulah oknum polisi yang arogansi tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, awak media ini belum bisa meminta keterangan dari Brigpol Hermi. (**)

Baca juga: Anleg DPRD dan Jurnalis Parigi Moutong Ikuti Vaksinasi Covid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post