2Banner GIF 2021

Lagi, Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Aceh Utara

Lagi, Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Aceh Utara
Foto: Mobil terendam banjir di Aceh Utara. Lagi, Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Aceh Utara.

Nasional, gemasulawesi – Akibat hujan deras melanda, banjir kembali merendam tiga kecamatan di Aceh Utara.

“Banjir di tiga kecamatan itu yakni Matangkuli, Pirak Timur dan Langkahan,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Aceh Utara Murzani di Aceh Utara, Minggu 21 November 2021.

Banjir di Aceh Utara diakibatkan sungai meluap dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter. Tiga sungai di wilayah itu yakni Krueng Keureutoe, Krueng Peutoe, dan Krueng Pirak.

Baca juga: Sempat Hanyut, Warga Selamatkan Nenek di Sungai Olaya Parigi Moutong

Ia menyebut banjir belum termasuk darurat bencana. Pasalnya tidak sampai memberi pengaruh aktivitas warga.

“Tidak ada warga mengungsi akibat banjir itu,” sebutnya.

Ia mengatakan, desa terdampak banjir di Kecamatan Matangkuli sebanyak enam desa, Kecamatan Pirak Timu dan Langkahan masing-masing satu desa.

Bersama pihak lainnya, ia terus memantau lokasi banjir dan daerah berpotensi bencana. BPBD Aceh Utara juga meminta warga melaporkan perkembangan di lokasi banjir.

Baca juga: Polres Aceh Besar Telisik Penggunaan APBD Untuk Media Belum Terdaftar Dewan Pers

“Banjir secara perlahan mulai surut,” tuturnya.

Selain di Aceh, banjir juga melanda Kalimantan Tengah. Kepala BNPB, Mayjen TNI Suharyanto langsung meninjau situasi lapangan dan pos pengungsi banjir di lima titik.

Rencananya, ia juga melakukan kunjungan kerja meninjau banjir di Kalimantan Barat.

“Saya harap banjir dapat segera surut dan dapat kembali berjalan normal,” tutur Suharyanto.

Ia meminta pemerintah daerah se-provinsi Kalimantan Tengah bersinergi bersama BNPB untuk membuat kajian konprehensif terkait banjir.

Kajian yang dapat kurangi dampak dan potensi bencana banjir. Sehingga kejadian sama tidak terulang.

Baca juga: Pernah ke Aceh, ASN Meninggal Positif Corona Morowali Sulteng

Oleh karena itu, BNPB akan menurunkan tim. Tujuannya, segera mengambil data dan fakta sebagai jalan keluar jangka pendek dan panjang penanganan banjir di Kalimantan Tengah.

“Semoga di akhir tahun 2022 tidak terjadi bencana seperti saat ini. Biasanya, akhir tahun curah hujan akan tinggi seperti ini,” tutupnya. (**)

Baca juga: Banjir Langganan Ganggu Aktivitas Warga di Mamuju

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post