KUSUKA, Inovasi Program DKP Untuk Nelayan Parimo

0
227
KUSUKA, Inovasi Program DKP Untuk Nelayan Parimo
Kabid Pemberdayaan Nelayan DKP Parimo, Yuliana Ngkuno (Foto: Sidik)

Parimo, gemasulawesi.com KUSUKA atau Kartu Pelaku Usaha menjadi salah satu program unggulan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Provinsi Sulteng, khusus untuk nelayan.

Hal tersebut diungkapkan Kabid Pemberdayaan Nelayan DKP Parimo, Yuliana Ngkuno, di ruang kerjanya, Rabu, 31 Juli 2019.

“Menindaklanjuti program Kementerian Kelautan dan Perikanan yang bekerjasama dengan Pemda Parimo. Program tersebut telah dilaksanakan setiap tahun dengan memberikan pelayanan yang terbaik,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, program KUSUKA terdiri dari Kartu Nelayan Perikanan Tangkap, Kartu Nelayan Pembudidaya dan Kartu Pengolahan Hasil Perikanan dan Pemasaran.

Bagi nelayan yang ingin mendapatkan kartu tersebut, harus melengkapi persyaratan berupa Kartu Tanda Penduduk, Kartu Keluarga, dan data produksi hasil tangkapan.

Selanjutnya melampirkan Surat Keterangan dari Pemdes atau Kelurahan setempat. Pada Tahun 2018 kurang lebih 100.000 Kartu Kusuka yang sudah diberikan kepada nelayan Parimo.

“Selain program KUSUKA ada juga Program Sehat Nelayan. Program kerjasama lintas sektoral KKP dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Parimo,” tuturnya.

Kemudian, DKP dan BPN memberikan sertifikat bangunan bagi yang berprofesi sebagai Nelayan. DKP Parimo pada Tahun 2017 sampai dengan Tahun 2018 telah  programkan sertifikat sebanyak 200 bidang tanah perkebunan nelayan. Sedang pada Tahun 2019 diusulkan sebanyak 100 bidang. Dan pra sertifikat Tahun 2020 sebanyak 100 bidang.

Program berikutnya adalah Program Asuransi Nelayan yaitu proteksi asuransi jiwa kecelakaan kerjasama KKP dan Jasindo. Nelayan wajib melampirkan Kartu Kusuka, KTP dan KK untuk masuk dalam program tersebut.

Dari data DKP, pada Tahun 2017 dan 2018 total keseluruhan nelayan yang masuk program asuransi nelayan adalah 5000 orang. Sedangkan pada Tahun 2019 DKP mengalokasikan kuota 1000 asuransi nelayan.

“Terakhir adalah Program Pelaku Utama Anak Perikanan (PUMAKAN). Kerjasama Pemda Parimo dengan Badan Riset Sumber Daya Perikanan (BRSDMKP). Pada Tahun 2012 hingga 2018 sebanyak 148 orang Taruna Taruni yang dibina. Sedangkan pada Tahun 2018 sebanyak 25 orang Taruna Taruni. Taruna dan taruni akan diseleksi di Sekolah Taruna Perikanan Jakarta, Politeknik Sidoarjo dan Politeknik Bitung,” tutupnya.

Laporan: Sidik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here