Banner Dinkes 2021 (1365X260)

Kumham Peduli, Lapas Parigi Salurkan 50 Paket Sembako

Kumham Peduli, Lapas Parigi Salurkan 50 Paket Sembako
Foto: Program Kumham Peduli.

Gemasulawesi- Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia melaksanakan kegiatan Kumham Peduli Kumham Berbagi untuk masyarakat terdampak covid19.

“Khusus untuk Lembaga Pemasyarakatan, kami mendapatkan kuota bantuan sebanyak 50 paket sembako untuk disalurkan,” ungkap Kepala Lapas Kelas III Olaya, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Muh Askari Utomo dihubungi, Kamis 29 Juli 2021.

Dalam kegiatan Kumham Peduli ini, pihakya menyasar masyarakat terdampak Covid19 disekitar Lapas di seluruh Indonesia, dengan proses penyaluran secara door to door atau rumah ke rumah.  

Baca juga: Forum ASN Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Bantu Korban Banjir Desa Bambalemo

Selain Sembako, pihaknya juga membagikan kebutuhan masyarakat dalam mencegah penularan dan penyebaran Covid19, seperti masker seperti multi vitamin.

Pemerintah telah membuat kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), tujuannya untuk memutus mata rantai penyebaran covid19.

Namun, disisi lain pemerintah sadar kebijakan ini juga berdampak terhadap kegiatan ekonomi sosial masyarakat.

Askari berharap, pemberian paket ini dapat meringankan beban ekomomi masyarakat, dan bersama melakukan pencegahan penyebaran covid19 dengan menaati protokol kesehatan.

Selain itu, penyaluran sembako juga bertujuan, menjalin silaturahmi dan saling meyambung rasa dengan masyarakat di sekitar Lapas Parigi.

Kemudian, sesuai arahan Menteri Hukum dan Ham, pihaknya diminta melakukan langkah-langkah dengan memberikan dukungan, salah satunya berupa pemberian bantuan sosial kepada masyarakat dan usaha mikro. 

“Mudah-mudahan kita semua bisa menekan hal ini sampai dengan selesainya covid19 ini,” pungkasnya.

Baca juga: Baru 17 Juta Orang Penerima Vaksin Covid19 Secara Lengkap di Indonesia

Kumham Peduli, Lapas Parigi Salurkan 50 Paket Sembako
Foto: Kegiatan Kumham Peduli di Parimo, Sulawesi Tengah.

Lapas Parigi masih tutup layanan kunjungan keluarga

Sementara pelaksanaan kegiatan di lingkungan Lapas, hingga saat ini pihaknya masih menutup kunjungan keluarga bagi warga binaan.

Tujuannya, untuk mengantisipasi penularan covid19 di dalam Lapas.

Pengunjung diberikan alternatif, dengan melakukan komunikasi via Video Call kepada warga binaan. Namun terlebih dahulu, mendaftarkan diri kepada petugas Lapas.

Keluarga juga menitipkan barang kebutuhan warga binaan kepada petugas, dengan pemeriksaan ketat. 

“Jadi fasilitas telponnya sudah kami siapkan di Lapas, keluarga mau Video Call langsung dilayani,” ujarnya.

Pemberlakuan protokol kesehatan ketat, juga diberlakukan kepada petugas Lapas, dengan memberikan larangan untuk melakukan perjalanan keluarga daerah, kecuali dengan alasan mendesak.

“Petugas wajib menjalani karatina selama lima hari lamanya, setelah dinyatakan positif berdasarkan hasil tes Swab. Itu berlaku bagi petugas yang telah melakukan perjalanan,” pungkasnya.

Baca juga: Disdikbud Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Serahkan Uang Puluhan Juta Rupiah Bantuan

Laporan: Novita Ramadhani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post