Kuliner Tradisi Islam Menjelang Tahun Baru Umat Muslim

waktu baca 6 menit
Ket Foto: Salah satu tradisi kuliner Islam dalam menyambuth tahun baru hijriyah. (Foto/Istimewa)

Kupas tuntas, gemasulawesi – Setelah merayakan Idul Adha, umat muslim selanjutnya akan menyambut tahun baru islam, selain dibarengi dengan tradisi Islam, tahun baru Hijriah juga dilengkapi dengan berbagai kuliner dengan makna tersendiri. Tradisi penyambutan tahun baru dilakukan dengan acara syukuran, memanjatkan doa dan diakhiri dengan santap bersama.

Kuliner Tradisi Islam Menyambut Tahun Baru Beserta Rangkaian Acaranya

Kuliner tradisi Islam berada di dalam rangkaian acara pada hari-hari besar Islam. Salah satunya penyambutan tahun baru Islam. Sederet rangkaian acaranya selalu diakhiri dengan santap bersama sebagai bentuk rasa syukur maupun wujud dari ibadah sedekah. Berikut ini beberapa rangkaian acara tahun baru umat muslim sekaligus dengan macam hidangan di dalamnya.

Tradisi Kupatan

Kupatan tidak hanya khas dengan Hari Raya Idul Fitri saja, namun sebagai bentuk rasa syukur lainnya. Ketupat dijadikan hidangan saat selamatan yang terbuat dari beras. Beras yang telah dicuci bersih akan dimasukkan dalam anyaman janur hijau yang masih muda (longsong). Saat itu, ketupat dijadikan sarana untuk menyiarkan agama Islam. Ketupat atau dalam Bahasa Jawa disebut dengan Kupat mempunyai arti ngaku lepat atau artinya mengakui kesalahan. Makanya kupat menjadi makanan ikonik saat lebaran karena menjadi salah satu simbol dari saling memaafkan.

Kuliner Tradisi Islam: Tumpengan

Kuliner tradisi Islam tumpeng selalu menghiasi malam 1 Muharram. Satu tumpeng mempunyai hidangan bermacam-macam dengan berbagai macam makna. Sebagai contoh bahan tumpengan berasal dari beras ketan di ujungnya. Ketan sendiri mempunyai tekstur lengket yang mempunyai arti mempererat tali silaturahim. Makanya tumpengan selain digunakan untuk hidangan saat tahun baru Islam, juga digunakan saat syukuran seperti ulang tahun kemerdekaan dan lainnya. Masing-masing makanan yang digunakan untuk pelengkap tumpeng mempunyai makna tersendiri.

Baca: Auto Ngiler! Ini Dia 30 Makanan Khas Sulawesi yang Wajib Dicoba

Apem

Apem terbuat dari tepung beras dan sebagai salah satu simbol dari rasa syukur. Kue apem biasanya akan dibarengi dengan rasa syukur saat panen. Acara syukuran saat panen tiba selain mensyukuri nikmat berupa hasil bumi juga sebagai salah satu dari ibadah yaitu berupa sedekah.

Bubur Suro

Bubur suro mempunyai bahan seperti biasanya yaitu beras nasi yang dimasak dengan air lebih banyak. Beras akan dimasak dengan caiaran santan. Bedanya dengan bubur lain, bubur suro ini juga diberikan aroma dari daun serai dan jahe. Kuliner tradisi Islam ini biasa disajikan di daerah Jawa Tengah, Sumatera Selatan dan juga Jawa Timur. Masing-masing daerah tersebut mempunyai sajian topping yang berbeda-beda.

Ayam Ingkung

Ayam ingkung terbuat dari ayam utuh yang direbus dengan bumbu-bumbu. Bumbu-bumbu ingkung seperti merica, ketumbar, bawang putih, bawang merah, kemiri, jahe, lengkuas, kunyit, pala, daun serai, daun salam, daun jeruk, gula dan garam. Bumbu tersebut dihaluskan semua kecuali daun serai dan lengkuas hanya digeprek. Semua bumbu disangrai sebentar hingga wangi sedap. Setelah itu masukkan air ke dalamnya dan tunggu hingga mendidih. Kemudian masukkan ayam utuh ke dalam air tersebut hingga semua bagian tenggelam.

Gunakan api kecil dan biarkan ayam ingkung hingga matang. Sajian kuliner tradisi Islam berupa  ingkung saat tahun baru sering terjadi di daerah Jawa Tengah. Ingkung ini memberikan simbol sebagai harta kepemilikan yang dibagi-bagi beserta kerabat dan juga tetangga.

Nasi Kenduri

Hidangan yang biasa ada saat malam 1 Muharram adalah nasi kenduri. Sebutan untuk satu bungkus nasi kotak dengan isian lengkap. Nasi putih, daging ayam, sayuran, mie, tahu, tempe, minuman dan ada buah-buahan. Kuliner ini sering terjadi di tradisi umat Islam tanah Jawa. Orang-orang akan dikumpulkan dalam satu majelis, kemudian ada doa-doa yang dipanjatkan, ditambah dengan pengajian sebentar lalu diakhiri dengan makan hidangan bersama. Setiap daerah mempunyai menu-menu yang berbeda, tergantung dengan kepercayaan dan juga kesepakatan dari masyarakat.

Baca: Rekomendasi Tempat Wisata Kuliner Bali!

Gunungan

Gunungan sering terlihat dalam beberapa kuliner tradisi Islam di tanah Jawa seperti Grebeg, Sekaten dan lainnya. Gunungan merupakan kumpulan dari berbagai jenis sayur hingga jajanan pasar yang dibentuk seperti sebuah gunung. Sayur dan buah-buahan biasanya diambil dari hasil panen dari hasil bumi masyarakat. Setelah setelah rangkaian acara dan sudah didoakan, orang-orang akan berebutan untuk mengambil makanan yang menempel di gunungan. Makanan yang menempel dipercayai membawa keberkahan karena sudah didoakan banyak orang sebelumnya.

Bubur Tujuh Rupa

Kuliner satu ini menjadi hidangan saat tradisi Islam di Bugis, Sulawesi Selatan. Bubur tujuh rupa sebutannya karena sebagai simbol dari tujuh hasil bumi. Jadi bubur tujuh rupa disajikan saat menyambut tahun baru umat muslim sekaligus sebagai rasa syukur karena telah diberikan hasil bumi yang melimpah. Adapun ketujuh jenis dari bubur tujuh rupa ialah terbuat dari bahan jagung, beras ketan putih, kacang hijau, labi, pisang, nangka hingga beras nasi biasa.

Bubur Merah Putih

Bubur ini tersaji dengan beras yang diwarnai cokelat sebagai hidangan utama dan beras putih sebagai toppingnya. Meski berada dalam satu piring, bubur ini mempunyai dua rasa. Bubur merah mempunyai rasa manis karena warna merahnya berasal dari gula jawa. Sementara warna putih memberikan rasa gurih karena dimasak dengan santan. Bubur Merah Putih sebagai kuliner tradisi Islam ciri khas dari daerah Jawa Barat. Agar lebih mantap, cara menikmatinya dengan cara mengampil bubur merah terlebih dahulu lalu menambahkannya dengan sejumput bubur putih.

Baca: 8 Tradisi Unik Perayaan Idul Adha di Indonesia Yuk Disimak!

Gerebeg Tumpeng Agung

Banyuwangi, Jawa Timur baru menggelar tradisi Muharram saat tanggal 20 Muharram. Menggunakan sajian gerebeg tumpeng agung yang terdiri dari dua jenis olahan nasi. Nasi kuning dan nasi putih, selain itu juga tersedia di dalamnya satu palawija, jajanan pasar hingga buah-buahan. Tumpeng yang sudah terbentuk ini akan diarak sekeliling kampung sebelum akhirnya berhenti di satu tempat untuk didoakan.

Tradisi Nganggung

Kuliner tradisi Islam ini dilakukan di pulau Bangka saat datangnya malam satu suro. Tradisi ini digambarkan dengan para warga yang datang ke masjid sembari membawa ‘dulang’. Bawaan tersebut berisi makanan serta lauk pauk yang nantinya akan dimakan bersama-sama.

Berkat

Berkat merupakan kata serapan dari kata berkah. Biasa didapatkan masyarakat setelah mengikuti acara tradisi keagamaan. Tujuan dari kegiatan tersebut tidak lain hanya untuk meminta keberkahan dari Allah SWT. Rangkaian amalan berupa dzikir, doa-doa, serta puji-pujian tidak lain hanya untuk meminta berkah dan diridhoi oleh Allah. Isian berkat bermcam-macam ada yang seperti nasi kotak, nasi, sayur serta lauk-pauk serta buah-buahannya lengkap. Ada juga yang hanya berisi jajanan ringan.

Itulah beberapa hidangan berupa kuliner tradisi Islam saat tahun baru beserta rangkaian acaranya. Selain beberapa acara yang telah disebutkan, masih banyak acara seperti mencuci pusaka, ziarah, berkeliling bangunan tanpa bicara, tanpa makan dan tanpa minum serta tradisi lainnya. Setiap tradisi mempunyai tujuan yang berbeda-beda. (*/Fan)

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Baca: Makanan Tradisional Tiap Daerah di Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.