Rabu, April 21, 2021

KTNA Tolak Beras Impor Masuk Parigi Moutong

Must read

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Kelompok Tani dan Nelayan atau KTNA tolak beras impor masuk di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

“Kami tolak impor karena setiap tahun Parigi Moutong selalu surplus,” ungkap Ketua KTNA Parigi Moutong, H Suardi, di ruang kerjanya, Kamis 1 April 2021.

Ia mengatakan, wacana pemerintah pusat impor satu juta ton beras dari luar negeri, mengkhawatirkan petani. Sehingga, KTNA tolak beras impor di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Secara tegas, KTNA tolak beras impor. Pilihan impor bisa dilakukan, jika alasannya mengatasi kekurangan stok beras di Parigi Moutong.

Baca juga: Petani di Parigi Moutong, Sulteng Tumpuk Gabah Ribuan Ton

“Harga beras di pasaran sudah stabil. Harga eceran tertinggi saat ini Rp 8.500,” sebutnya.

Stabilnya harga pasar, membuat petani saat ini termotivasi. Tidak ada lagi gabah tertimbun di penggilingan.

Namun, ia tidak menolak beras asal Sulawesi Selatan beredar di Parigi Moutong. Sebab, harga pasarannya hampir sama. Sangat jelas sikap KTNA tolak beras impor dari luar negeri.

“Itukan masih satu pulau. Yang ditolak ini berasal dari luar negeri,” tegasnya.

Sebelumnya, akibat harga beras di pasaran anjlok, petani tumpuk gabah hingga ribuan ton.

“Petani memilih tidak menjual berasnya. Lantaran harga sudah tidak sesuai espektasi, sangat jauh penurunannya,” ungkap Kepala UPTD Penyuluhan Parigi Selatan, Ramadhan.

Akibatnya, sejumlah penggilingan padi sudah tidak lagi melakukan aktivitas penggilingan memproduksi beras.

Sehingga, terlihat banyak petani tumpuk gabah di seluruh titik gilingan di wilayah Kecamatan Parigi Selatan, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Setiap harinya, sebanyak 10 ton gabah masuk ke penggilingan. Petani tumpuk gabah di Parigi Moutong, terjadi sejak awal tahun 2021, masuk periode tanam Oktober hingga Maret.

Ia mengatakan, petani saat ini dihantui ketakutan memproduksi beras akhirnya tidak bisa dipasarkan.

Petani berinisiatif memproduksi gabah menjadi beras, jika sudah jelas ada pembelinya.

Sikap KTNA tolak beras impor, juga terjadi di wilayah lainnya di Indonesia.

Baca juga: Parimo Salurkan 2 Ton Bantuan Beras Pemprov Sulteng

Laporan: Muhammad Rafii

- Advertisement -spot_img

More articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest article