KPK Lelang Barang Sitaan Kasus Korupsi Eks Bupati Talaud


KPK Lelang Barang Sitaan Pelaku Korupsi Eks Bupati Talaud
Foto: Kasus Korupsi Eks Bupati Talaud, Sri Wahyuni Manalip.

Berita nasional, gemasulawesi– KPK lelang barang sitaan pelaku korupsi eks Bupati Talaud, Sri Wahyuni Manalip. Bekerja sama dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jakarta III.

“KPK akan melaksanakan lelang eksekusi barang rampasan berdasarkan Putusan Pengadilan Tipikor,” ungkap Plt. Juru Bicara Pencegahan KPK Ipi Maryati Kuding dalam keterangan resminya, Selasa 6 Juli 2021.

Lelang barang sitaan pelaku korupsi dilakukan KPK, berdasar putusan Nomor: 92/Pid.Sus-TPK/2019/JKT.PST Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Putusan itu diteken Majelis Hakim pada 6 Desember 2019 silam.

Adapun barang sitaan pelaku korupsi dilelang adalah satu tas wanita dengan merk Balenciaga berwarna abu-abu.

Tas ini ditawarkan dengan harga limit Rp14.803.000 dan uang jaminan Rp4.000.000.

Lelang barang sitaan pelaku korupsi lainnya adalah satu set anting-anting emas putih bermata berlian. Perhiasan ini dihargai dengan limit Rp28.645.000 dan uang jaminan Rp8.000.000.

Penawaran barang sitaan pelaku korupsi itu akan dilakukan dengan cara closed bidding dengan mengakses https//www.lelang.go.id.

baca juga: Parimo Lelang Jabatan Tinggi Pratama di Sembilan Perangkat

Penawaran dimulai Senin 12 Juli 2021 dan akan berakhir pada pukul 13.30 WIB. Lelang akan digelar di KPKNL Jakarta III Jalan Prajurit KKO Usman dan Harun No. 10 Jakarta Pusat.

“Penetapan pemenang setelah batas akhir penawaran berakhir,” jelasnya.

Baca juga: Berikut Hasil Seleksi Lelang Jabatan 2021 di Parigi Moutong

Dia juga menyebut, calon peserta lelang dapat melihat barang rampasan itu Jumat 9 Juli 2021, mulai pukul 10.00-12.00 WIB di Gedung Merah Putih KPK berlokasi di Jalan Kuningan Persada Kav. 4, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Diketahui, Sri Wahyumi Maria Manalip telah divonis 4,5 tahun kurungan penjara dan denda Rp200 juta subsidair 3 bulan kurungan.

Baca juga: 24 Ribu Jiwa Sudah Disuntik Vaksin Covid 19 di Parigi Moutong

Majelis Hakim Tipikor, Jakarta Pusat menilai Sri bersalah lantaran menerima suap dalam bentuk berbagai hadiah seperti tas mewah dan perhiasan bernilai Rp491 dari pengusaha Bernard Hanafi Kalalo.

Suap itu berkaitan dengan pemenangan lelang revitalisasi Pasar Lirung dengan nilai proyek mencapai Rp2,965 miliar dan pekerjaan revitalisasi Pasar Beo senilai Rp2,818 miliar Tahun Anggaran 2019. (***)

Baca juga: Gubernur Sulawesi Tengah Instruksikan PTM Terbatas Ditunda


Like it? Share with your friends!

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
Rafii

Penulis

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Share via
Share this