KPK Dalami Dugaan Kasus Korupsi Lelang Jabatan Tanjung Balai

KPK Dalami Dugaan Kasus Korupsi Lelang Jabatan Tanjung Balai
Foto: Press con tersangka kasus korupsi tanjung balai.
Jangan Lupa Share

Berita nasional, gemasulawesi– Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalami dugaan kasus korupsi lelang jabatan Tanjung Balai.

KPK mengusut kerja sama dilakukan antara penyidik AKP Stepanus Robin Pattuju dengan pengacara Maskur Husain terkait penanganan dugaan kasus korupsi lelang jabatan Tanjung Balai.

“Maskur Husain (MH) diperiksa sebagai saksi sekaligus tersangka. Dikonfirmasi antara lain terkait dengan kerja sama yang bersangkutan dengan tersangka Stepanus (SRP) untuk pengurusan dugaan penanganan perkara tersangka M. Syahrial (MS) di KPK,” ungkap Plt Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, Jumat 18 Juni 2021.

Stepanus dan Maskur diketahui telah ditetapkan KPK sebagai tersangka dalam dugaan kasus korupsi lelang jabatan Tanjung Balai Tanjungbalai, menyeret Wali Kota M Syahrial.

Berdasarkan perkembangan penyidikan, KPK menduga uang dugaan korupsi lelang jabatan Tanjung Balai, mengalir ke sejumlah pihak.

Baca juga: Parigi Moutong Lelang Jabatan Sembilan Pimpinan Perangkat Daerah

Dua di antaranya adalah ke Aliza Gunado (swasta) dan seorang ibu rumah tangga bernama Gita Varera.

Penyidik KPK sudah mengusut aliran uang dugaan korupsi dengan memeriksa Aliza dan Gita, Kamis 17 Juni 2021.

Baca juga: Pemda Parigi Moutong Lelang Puluhan Unit Kendaraan Dinas

Stepanus diduga menerima Rp 1,3 Miliar Rupiah dari Syahrial. Suap diberikan agar Stepanus membantu menghentikan penyelidikan kasus dugaan korupsi lelang jabatan di Pemerintah Kota Tanjungbalai yang disinyalir menyeret Syahrial. Maskur Husain juga turut menerima uang tersebut.

Dalam dugaan kasus korupsi lelang jabatan Tanjung Balai, penyidik lembaga antirasuah juga memeriksa salah seorang saksi dari unsur swasta bernama Agus Susanto dan mendalami perihal dugaan aliran uang.

Baca juga: Parimo Lelang Jabatan Tinggi Pratama di Sembilan Perangkat Daerah

Agus sudah dimasukkan KPK ke dalam daftar cegah bepergian ke luar negeri selama enam bulan.

“Agus Susanto (swasta), dikonfirmasi antara lain terkait dengan dugaan aliran sejumlah uang dari tersangka SRP melalui rekening bank pihak lain,” tutupnya. (**)

Baca juga: Berikut Hasil Seleksi Lelang Jabatan 2021 di Parigi Moutong

Baca juga: LAPAN Sebut Peristiwa Matahari Terbit Dari Utara Wajar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post