Banner Disperindag 2021 (1365x260)

KPAI Minta Pemerintah Memvaksin Sedikitnya 70 Persen Populasi Sekolah

KPAI Minta Pemerintah Memvaksin Sedikitnya 70 Persen Populasi Sekolah
Foto: Komisioner KPAI, Retno Listyarti.

Gemasulawesi– Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti meminta pemerintah memvaksin minimal 70 persen dari populasi di sekolah untuk mencegah kemunculan klaster baru menyusul pembelajaran tatap muka (PTM).

“Kami mendukung PTM dengan beberapa syarat. Salah satunya vaksinasi covid19 mencapai 70 persen dari populasi sekolah,” ungkap KPAI Retno Listyarti dalam website seminar (webinar) Rapa Koordinsi Nasional KPAI, Senin 30 Agustus 2021.

Dengan pemerintah memvaksin 70 persen populasi sekolah, Retno yakin sekolah menjadi tempat aman bagi anak-anak dari covid19. Sehingga tidak ada klaster baru.

Baca juga: Organisasi Guru Kritik Mendikbudristek Terkait PTM Terbatas

Retno mengungkap, PTM bisa membuat angka kesakitan pada anak meningkat bilamana capaian vaksinasi covid19 pada usia 12-17 tahun masih rendah.

Data survei KPAI di 34 provinsi pada 86.286 partisipan siswa mulai jenjang SD, SMP, SMA, termasuk SLB menunjukkan, 64 persen siswa itu belum divaksin. Sebanyak 36 persen diantaranya sudah di vaksin covid19, namun hanya di beberapa kota besar seperti DKI Jakarta.

“Ini menunjukkan, capaian vaksinasi pada anak masih rendah,” sebutnya.

Menurut Retno, vaksinasi covid19 adalah salah satu cara mencegah penularan virus di lingkungan sekolah.

Ia juga meminta Kementerian Kesehatan dan otoritas sekolah memastikan capaian vaksinasi covid19 di populasi sekolah setidaknya 50 persen.

Retno menambahkan, jika hanya guru divaksin maka kekebalan komunitas belum terbentuk.

Meski capaian vaksinasi covid19 untuk anak masih rendah, kata dia, angka kesiapan sekolah untuk PTM mencapai 79,5 persen. Angka itu adalah jumlah rata-rata kesiapan di 42 sekolah dan madrasah di Indonesia disurvei KPAI pada Januari-Juni 2021.

Baca juga: Gubernur Sulawesi Tengah: Daerah PPKM Level Tiga Segera PTM Terbatas

Perhimpunan Guru Dukung Pemda Penuhi Indikator Pelaksanaan PTM

Sebelumnya, Koordinator Nasional Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G), Satriwan Salim menyatakan, dukungannya terhadap Pemda belum gelar PTM jika sejumlah indikator pelaksanaan belum terpenuhi.

“Pemda adalah pihak paling mengetahui potensi risiko wilayahnya,” ungkap Satriwan di Jakarta,Rabu 25 Agustus 2021.

P2G mengaku bakal mendukung daerah terhadap sejumlah indikator pelaksanaan PTM jika memenuhi empat indikator.

Pertama vaksinasi anak dan guru di atas 70 persen, rasio positif dibawah lima persen, mendapat izin Pemda dan orang tua peserta didik.

“Nah, artinya adalah pemda mesti konsisten untuk mengutamakan kesehatan. Keselamatan anak-anak kita. Walaupun didesak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud),” tutupnya. (****)

Baca juga: Perhimpunan Guru Dukung Pemda Penuhi Indikator Pelaksanaan PTM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post