KPAI Dorong Pemerintah Tunda Pembelajaran Tatap Muka

waktu baca 2 menit
Foto: Illustrasi pembelajaran tatap muka

Berita nasional, gemasulawesi– Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendorong pemerintah pusat dan daerah, menunda pembukaan pembelajaran tatap muka pada Juli 2021, karena meningkatnya kasus covid 19 belakangan ini.

“Mengingat kasus sangat tinggi dan positivitas di sejumlah daerah di atas 5 persen,” ungkap Komisioner KPAI Retno Listyarti melalui keterangan tertulis, Senin 21 Juni 2021.

Kekhawatiran dibukanya pembelajaran tatap muka, berkaca pada kondisi pandemi nasional belakangan.

Bahkan, KPAI menyoroti jumlah kasus harian sudah menembus angka 13 ribu lebih dan proporsi kasus covid 19 terhadap anak mencapai 12,5 persen.

KPAI juga mendorong pemerintah segera menghentikan uji coba pembelajaran tatap muka yang masih berjalan di sejumlah daerah, dan angka positivitas di daerah itu di atas 5 persen.

Dinilai kebijakan pembukaan sekolah tidak bisa diseragamkan dengan kondisi pandemi saat ini.

Sehingga, pemerintah diminta melakukan pembelajaran tatap muka tetap dengan protokol kesehatan ketat di wilayah yang sulit melakukan pembelajaran daring.

Sementara di wilayah dengan penularan virus yang tinggi, KPAI meminta pemerintah mengutamakan hak hidup dan kesehatan anak di atas pendidikan sesuai Konvensi Hak Anak.

Baca juga: Tahun Ajaran Baru, Disdikbud Ajukan Izin Belajar Tatap Muka

“Konvensi Hak anak harus mengutamakan hak hidup nomor satu, hak sehat nomor dua, dan hak pendidikan nomor tiga. Kalau anaknya masih sehat dan hidup maka ketertinggalan mata pelajaran masih bisa dikejar,” tambah dia.

Bahkan, KPAI juga menyinggung keterisian tempat tidur (BOR) rumah sakit yang mulai menipis di sejumlah provinsi di Pulau Jawa, seperti di Jakarta yang mencapai 84 persen, Jawa Barat 81 persen, Banten 79 persen, Jawa Tengah 79 persen dan Yogyakarta 74 persen.

Atas kondisi tersebut, pemerintah segera menyediakan fasilitas ruang NICU dan ICU khusus covid 19 untuk pasien usia anak untuk mengantisipasi kondisi kritis pada anak.

Pemerintah sebelumnya mendorong sekolah dibuka, setelah vaksinasi guru dan tenaga kependidikan rampung.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim menargetkan semua sekolah sudah dibuka Juli 2021.

Kebijakan pembukaan sekolah sendiri diatur melalui SKB 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi covid 19.

Sampai saat ini, Kemendikbudristek belum menyampaikan secara resmi perubahan terhadap kebijakan itu sebagai respon atas lonjakan kasus covid-19 belakangan.

Dalam aturan itu, disampaikan sekolah membuka opsi pembelajaran tatap muka (PTM) dibuka setelah vaksinasi rampung.

PTM dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat. Sementara siswa bisa menolak melakukan PTM atas kehendak orang tua. (***)

Baca juga: Juli Mendatang, Jadwal Pembelajaran Tatap Muka di Parigi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.