Selasa, April 13, 2021
BerandaSulawesi TengahCatatan BNN, Kota Palu Kasus Narkoba Tertinggi di Sulteng

Catatan BNN, Kota Palu Kasus Narkoba Tertinggi di Sulteng

- Advertisement -spot_img

Berita sulawesi tengah, gemasulawesi– Berdasarkan catatan BNN, Kota Palu menjadi wilayah dengan kasus Narkoba tertinggi Sulteng.

“Selain Kota Palu, wilayah tertinggi penyalagunaan Narkoba disusul Kabupaten Parigi Moutong,” ungkap Kepala BNN Kota Palu AKBP Dr Baharuddin, pada kegiatan press release akhir tahun 2020, di Kantor BNN Kota Palu, Senin 28 Desember 2020.

Berdasarkan hasil penelitian BNN RI dan LIPI tahun 2019, Provinsi Sulawesi Tengah menjadi salah satu daerah penyumbang terbesar penyalahgunaan Narkoba.

Provinsi Sulawesi Tengah berada pada posisi ke empat se Indonesia. BNN Kota Palu juga mengungkap, ada enam daerah rawan penyebaran Narkoba di Sulteng.

Baca juga: Adik Pj Walikota Palu Pasha Terciduk, BNN Amankan 15 Paket Sabu

“Lima diantaranya berada di Kota Palu. Sementara, ada tiga daerah masih dalam pantauan,” jelasnya.

Ia menjelaskan, wilayah rawan peredaran Narkoba di Kota Palu tersebar di beberapa kecamatan.

Diantaranya, Kecamatan Tatanga meliputi Kelurahan Tatanga. Di Kecamatan Palu Utara yaitu Kelurahan Kayumalue. Di Kecamatan Palu Selatan yaitu Kelurahan Tatura Utara khususnya jalan Anoa. Kecamatan Palu Barat di Kelurahan Pantoloan Kecamatan Tawaeli, Kelurahan Lere dan Kampung Baru.

“Khusus di Kabupaten Parigi Moutong adalah Kecamatan Parigi,” urainya.

BNN Kota Palu kata dia, telah melakukan berbagai upaya mengungkap kasus sepanjang Tahun 2020. Jumlahnya, sebanyak dua Laporan Kasus Narkotika (LKN).

Dalam dua LKN itu, melibatkan empat orang tersangka. Dengan jumlah barang bukti yang disita sepanjang Tahun 2020 BNN Kota Palu, Sabu sebanyak 81,91 gram, dua timbangan digital, tiga unit handphone dan satu unit motor Mio Soul serta uang tunai Rp. 6.700.000.

“Dari seluruh kasus yang diungkap BNN Kota Palu, teridentifikasi ada enam jaringan sindikat yang masih menjalankan bisnis Narkobanya di Kota Palu dari tahun 2019-2020,” jelasnya.

Salah satu Upaya BNN Kota Palu dalam menekan tingginya angka penyalahgunaan Narkoba adalah metode pemberdayaan masyarakat.

Peran serta masyarakat guna menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba. Baik dengan cara sosialisasi, maupun pelaksanaan tes urin di kelompok masyarakat, pendidikan, instansi swasta bahkan instansi pemerintah.

“Berbagai langkah pencegahan seperti mulai dari tingkat RT, RW. Kami bersama Pemkot Palu telah merintis program Kota Palu bersinar atau Palu bersih dari Narkoba Yang bertujuan untuk menjadikan kawasan rawan penyalagunaan Narkoba menjadi kawasan yang bersih dari penyalagunaan Narkoba. Walaupun program ini belum berjalan dengan maksimal sesuai dengan yang diharapkan,” tutupnya.

Baca juga: BNN Tes Urine Kontestan Pilkada Kota Palu 2020

Laporan: Muhammad Rafii

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

Must Read

- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img