Kejari Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa Katu, Poso

Kejari Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa di Poso
Foto: Illustrasi Tersangka Dugaan Korupsi Dana Desa Poso, Sulteng.
Jangan Lupa Share

Berita poso, gemasulawesi– Kejaksaan negeri (Kejari) tetapkan tersangka kasus dugaan korupsi Dana Desa Katu, Poso, Sulawesi Tengah.

“Tersangka adalah mantan Kades Katu, berinisial FL,” ungkap Kajari Poso LB Hamkah, di Poso, Sulawesi Tengah, Senin 22 Februari 2021.

Kejari menilai tersangka FL terlibat kasus dugaan korupsi dana desa Katu, Poso tahun anggaran 2019, berdasarkan hasil audit Inspektorat senilai Rp 620.670.000.

Dari hasil penyelidikan, Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBD) tahun 2019, Desa Katu mendapatkan Dana Desa senilai Rp 1.515.367.011.

Baca juga: Kejari Poso Sulteng Selidiki Aliran Dana Covid-19

“Dana desa itu dibelanjakan dalam empat kegiatan pembangunan. Laporan pertanggungjawabannya ada, namun fiktif,” sebutnya.

Keempat kegiatan pembangunan yang diduga fiktif dari kasus dugaan korupsi dana desa Katu, Poso, Sulawesi Tengah ini diantaranya, pembangunan jembatan gantung dengan anggaran Rp 318.479.470.

Kemudian, pembangunan rabat beton sepanjang 200 meter dengan anggaran Rp 104. 925.000.

Berikutnya, pengerjaan plat duiker senilai Rp 23.030.000 namun tidak selesai seratus persen.

“Pembangunan jalan usaha tani sepanjang 1200 meter dengan anggaran Rp 334.335.000, juga fiktif, lpjnya ada tapi tidak dilaksanakan,” katanya.

Sementara dari fakta hukum setelah penyidik dan pihak Inspektorat lakukan pengecekan lapangan pada kasus dugaan korupsi Dana Desa Katu, Poso, Sulawesi Tengah. Seluruh pekerjaannya fiktif, sehingga FL ditetapkan sebagai tersangka.

Menurutnya, kerugian sementara dari hasil audit Inspektorat, akan terus bertambah dari hasil penyidikan.

“Dalam kasus ini kami telah melakukan penyitaan uang senilai Rp 38 juta dan harta berupa 1 unit mobil Toyota Avanza Velos,” tuturnya.

Berdasarkan audit sementara, total kerugian mencapai Rp 620.670.000.

Dari saksi yang diperiksa sebanyak 20 orang dan untuk sementara dia pemain tunggal. Sebab semua dana itu digunakan untuk kepentingan sendiri.

“Kami juga akan meminta keterangan serta pemeriksaan terhadap dinas terkait soal pencairan dana itu,” tegasnya.

Ia menambahkan, tersangka FL kasus dugaan korupsi Dana Desa Katu, Poso, Sulawesi Tengah, dijerat dengan Pasal 1 dan 3, Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Dalam Pasal 2 diancam dengan hukuman penjara minimal 4 tahun.

Baca juga: Babak Baru Kasus Dugaan Korupsi BLT Desa Siniu Parimo

Laporan: Ahmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post