2Banner GIF 2021

Korban Banjir di Moutong dan Taopa Telah Pulang ke Rumah

Korban Banjir di Moutong dan Taopa Telah Pulang ke Rumah
Foto: Penyerahan bantuan korban banjir Moutong dan Taopa, Parigi Moutong, Selasa 5 Oktober 2021.

Gemasulawesi– Sempat mengungsi, warga korban banjir di Kecamatan Moutong dan Taopa Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, telah kembali pulang ke rumahnya masing-masing.

“Banjir di Kecamatan Moutong, mengakibatkan lima desa terendam air luapan sungai. Sehingga, 53 Kepala Keluarga harus mengungsi di beberapa tempat yang dianggap aman,” ungkap Camat Moutong, Ramayanti Sumaga, dalam sambutannya saat melepas tim Rescue melalukan asesment di Desa Tuladenggi Sibatang, Selasa 4 Oktober 2021.

Menurut dia, kondisi terakhir di lokasi banjir berangsur normal dan air pun mulai terlihat surut. 

Baca juga: Basarnas Temukan Dua Warga Hilang Di Pegunungan Taopa Parigi Moutong

Bencana banjir terjadi pada Selasa 5 Oktober, sekitar pukul 17.30 WITA, tidak hanya terjadi di Kecamatan Moutong saja, namun juga merendam empat desa di Kecamatan Taopa, yakni Desa Paria, Tompo dan Taopa Utara.

“Untuk Kecamatan Moutong Desa Pande, Gio Barat, Pande Lalap dan Gio dusun empat dan Tuladenggi Sibatang,” kata dia.

Dia mengapresiasi upaya penanganan tanggap bencana pemerintah daerah, dengan menurunkan 50 personil tim rescue dari Dinas Sosial setempat, untuk melakukan pendataan di lokasi banjir.

Dia menyebutkan, asesmen terhadap warga korban banjir di Kecamatan Moutong dan Kecamatan Taopa, bertujuan untuk memastikan kerusakan akibat bencana dan kerugian material yang ditimbulkan.

Bahkan, Dinas Sosial juga membawa sejumlah bantuan bagi warga terdampak, sehingga dapat meringankan beban mereka.

Diketahui, puluhan personel diturunkan pemerintah daerah, masing-masing Tim Rescue Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial sebanyak 20 personel, Palang Merah Indonesia (PMI) sebanyak 15 personel, dan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebanyak 15 personel.

Sebelumnya, bencana banjir akibat luapan sungai juga terjadi Kecamatan Tomini, beberapa waktu lalu.

Banjir merendam kurang lebih enam desa di kecamatan itu, mengakibatkan sejumlah warga terdampak harus mengungsi ke rumah keluarga terdekat. Bahkan, diperkirakan 50 unit rumah mengalami rusak sedang hingga berat.

“Kalau intensitas curah hujan tinggi, air sungai akan meluap dan mengakibatkan banjir,” ungkap Camat Tomini, Mukmin Muharram, beberapa waktu lalu. (***)

Baca juga: BPBD-Dinsos Parimo Tangani Bencana Banjir di Taopa dan Moutong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post